MOST RECENT

"Rakyat Kami Ingin Perubahan"

Melalui siaran langsung televisi, Kedutaan Besar Mesir di Jakarta memperhatikan dengan seksama aksi "sejuta warga" di Kairo, Selasa 1 Februari 2011. Aksi serupa juga berlangsung di kota-kota lain di Mesir.

"Mesir sedang mengalami masa yang sulit," komentar Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed El Kewaisny. Bertugas di Indonesia sejak Januari 2009, baru kali ini El Kewaisny dan para diplomat Mesir lainnya menyaksikan aksi protes massal yang begitu dahsyat yang menimpa negara mereka selama berhari-hari.

Menurut Ahmed, aksi itu semata-mata merupakan suatu "gelora ekspresi" yang dimotori kaum muda yang menghendaki perubahan. Namun, sangat disayangkan bila aksi itu hingga memakan korban jiwa dan kerugian bagi rakyat Mesir.

Dalam perbicangan dengan wartawan VIVAnews Renne Kawilarang dan Denny Armandhanu di ruang kerjanya, El Kewaisny menjelaskan panjang lebar sikap pemerintah Mesir atas gejolak di negeri mereka. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana krisis itu berdampak bagi hubungan bilateral antara Mesir dengan Indonesia. Berikut petikan wawancaranya.

Sebagian rakyat dan oposisi di Mesir melihat pergolakan politik ini akibat pemerintah Hosni Mubarak tidak lagi peka menghadapi krisis ekonomi. Bagaimana pemerintah Mesir sendiri dalam melihat gejolak ini?
Pertama-tama, saya tidak setuju dengan Anda, yang menyebut situasi yang terjadi di Mesir sebagai gejolak [upheaval] atau pemberontakan [uprising]. Namun, kami menyebutnya "gelora ekspresi" [a surge of expression].

Gerakan itu tidak semata-mata karena masalah ekonomi, pengangguran atau yang lainnya, namun ada tuntutan yang sangat kuat untuk melakukan reformasi politik.

Sebenarnya, ekonomi negara kami, seperti halnya dengan negara Anda, tengah berjalan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi kedua negara pun relatif sama. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Mesir 5,3 persen dan tingkat pengangguran kami lebih rendah dari negara-negara lain, termasuk dari Tunisia.

Saat ini, Presiden Mubarak dan jajarannya tengah berjuang sebaik mungkin untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi guna menekan tingkat pengangguran. Dia sendiri punya program untuk penciptaan lapangan kerja dan mendorong investasi asing.

Namun kini ada tuntutan politik. Muncul tuntutan di kalangan rakyat agar segera muncul perubahan dan harapan baru. Keinginan itu begitu kuat di kalangan muda. Sekitar 40 persen dari total rakyat Mesir berusia di bawah 26 tahun.

Itu berarti sebagian besar masyarakat di Mesir masuk dalam kelompok usia produktif. Kaum muda itu kini hidup era mereka sendiri,  berada di zaman internet, media sosial seperti Twitter, Facebook serta berbagai perangkat elektronik lainnya. Mereka ingin perubahan yang serba cepat.

Maka, banyak kaum muda yang turun ke jalan untuk menyatakan pendapat sekaligus menyuarakan tuntutan mereka, yaitu adanya reformasi besar-besaran di bidang ekonomi dan politik.

Apakah pemerintah Mesir melihat gelombang protes ini juga banyak dipengaruhi oleh revolusi di Tunisia?
Kami ibaratnya tinggal di suatu desa yang kecil. Tidak ada satupun yang bisa ditutup-tutupi. Semuanya harus transparan. Jadi jangan lupa saat Presiden Barack Obama dari AS berpidato di Mesir [Juni 2009], dia pernah menyuarakan jargon "perubahan," publik pun menyambut dengan antusias. Jadi perubahan tidak terelakkan.

Apa yang terjadi di Tunisia membuktikan bahwa rakyat bisa melakukan perubahan. Di Mesir pun rakyat bisa membuat perubahan. Rakyat berhak menyuarakan perubahan secara damai. Ada pula pihak-pihak yang ingin menumbangkan rezim, namun itu tidaklah semudah yang dibayangkan.

Bagaimana pemerintah Mesir menanggapi tuntutan massa dan pihak oposisi, yang salah satunya adalah meminta Presiden Mubarak mundur dari kekuasaan?
Pemerintah sedang berbuat yang terbaik untuk menampung semua tuntutan. Rakyat menuntut pemerintah bersikap transparan dan terbuka. Namun ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dan dibicarakan. Saya tidak tahu apakah pemerintahan saat ini bisa melakukannya sesuai harapan.

Namun, jangan lupa bahwa Presiden Mubarak akan mendekati masa akhir kepemimpinannya. Kami akan menyelenggarakan pemilu presiden pada September tahun ini. Maka, pada Oktober 2011 masa kepresidenan Mubarak akan berakhir.

Apakah ini berarti Mubarak tidak akan lagi mencalonkan diri sebagai presiden untuk periode berikut?
Kami belum tahu dan saya tidak bilang begitu. Keputusan itu tidak tergantung dari Presiden Mubarak, melainkan pada Partai Demokratik Nasional. Partai itu akan melangsungkan pertemuan umum untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan oleh partai untuk menjadi presiden pada pemilu mendatang.

[Perkembangan terakhir, 1 Februari 2011, Mubarak menyatakan bahwa dia tidak akan mundur hingga masa jabatannya berakhir pada September tahun ini. Namun, pemimpin yang telah berusia 82 tahun itu berjanji tidak lagi mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan umum mendatang - Redaksi]

Rakyat Indonesia turut memberi perhatian atas krisis di Mesir. Apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk mendukung Mesir dalam mengatasi gejolak ini?
Hubungan kedua bangsa ini berlangsung unik, karena kita ini bersaudara. Bangsa Indonesia maka sedianya harus bisa mendukung dan memahami apa yang sedang terjadi di Mesir. Mesir tengah mengalami masa yang sulit.

Mereka yang tengah gencar mengungkapkan ekspresi kadangkala kelewat batas dan pada kasus-kasus tertentu ungkapan ekspresi secara damai itu berubah menjadi kekerasan, sehingga perlu campur tangan pihak keamanan. Itulah sebabnya peristiwa itu bisa muncul korban jiwa.

Saya ingatkan kepada Anda bahwa masa sulit yang tengah dialami Mesir serupa dengan yang pernah dialami Indonesia di akhir era kepemimpinan Presiden Soeharto. Itu tidak berarti bahwa saya mengatakan bahwa hasilnya akan sama karena setiap negara memiliki masalah dan karakteristik tersendiri

Seperti sejumlah negara lain, Indonesia kini tengah mengevakuasi warganya dari Mesir dengan pertimbangan keamanan. Apakah Mesir memahami keputusan itu dan bagaimana tanggapan pemerintah Anda?
Beberapa hari lalu saya berbicara dengan Menteri Luar Negeri Pak Marty Natalegawa setelah beliau menghadap Presiden Indonesia. Beliau meminta pemerintah Mesir untuk mengakomodasi permintaan untuk mengevakuasi sekitar enam ribu warga Indonesia, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Saya bekerjasama secara penuh atas permintaan Indonesia itu untuk menghubungi pihak berwenang di Mesir. Pemerintah Indonesia, sebagai sesama saudara, juga berharap agar permintaan itu tidak diartikan secara negatif oleh kami. Evakuasi ini semata-mata untuk menjamin keselamatan warga Indonesia.

Mereka memutuskan untuk mengirim pesawat terbang dari maskapai Garuda, yang berkapasitas sekitar 500 tempat duduk, untuk menjemput warga Indonesia yang ingin dievakuasi.

Pemerintah Indonesia hanya tengah mengerjakan tugasnya, melindungi warga mereka dimanapun. Kami menghormati sekaligus memahami dan bekerja sama untuk mendukung keputusan itu.

Baru-baru ini saya mendapat telepon dari Bapak Hamzah Thayeb (Direktur Jenderal Asia Pasifik, dan Afrika dari Kementrian Luar Negeri Indonesia). Dia melaporkan bahwa Kedutaan Besar Indonesia di Kairo kesulitan mengirim warga yang ingin pulang ke bandara.

Maka, saya langsung telepon ke Kairo, meminta militer untuk mengirim bantuan kendaraan ke Kedutaan Besar atau ke tempat penampungan agar mengantar mereka dengan selamat ke bandara agar bisa pulang. Maka kami bekerjasama secara penuh untuk mendukung permintaan itu.

Apakah situasi di Mesir sudah sedemikian berbahaya sehingga warga asing, termasuk yang dari Indonesia, harus diungsikan?
Saya secara pribadi merasa tidak perlu sampai harus mengevakuasi warga Indonesia. Itu karena warga Indonesia yang tinggal dan belajar di Mesir bukanlah seperti orang-orang asing lainnya. Mereka bukan seperti orang Italia atau orang Amerika.

Warga Indonesia yang berada di Mesir sudah merasa tinggal di rumah sendiri. Negara kami sudah menjadi rumah kedua bagi warga Indonesia. Sudah sejak lama, bahkan sebelum kedua pemerintah menjalin hubungan bilateral, orang-orang Indonesia belajar dan tinggal bersama dengan rakyat kami di negeri kami.

Seberapa dekat orang Mesir melihat orang Indonesia sebagai saudara sendiri ketimbang sebagai orang asing?
Saya beri contoh kepada Anda. Ketika negeri Anda dilanda krisis moneter 1997-1998, banyak pelajar Indonesia di Mesir yang menderita masalah keuangan. Anggaran untuk membiayai studi mereka berkurang.

Itu merupakan masalah besar bagi mereka, bagaimana bisa tetap bertahan di Mesir. Maka, rakyat Mesir bersama kaum pengusaha dan pemerintahan berinisiatif untuk membuat para pelajar asal Indonesia tetap melanjutkan studi dan membiayai mereka agar tetap bertahan. Jadi kami memiliki ikatan sejarah yang sudah kuat.

"Masa sulit yang tengah dialami Mesir serupa dengan yang pernah dialami Indonesia"
Maka, bila ada warga Indonesia yang menderita di Mesir saat ini, mereka sama menderitanya dengan rakyat Mesir. Rakyat kami dan warga Indonesia di sana sama-sama sulit bergerak karena terbatas oleh peraturan jam malam dan juga sama-sama kekurangan bahan-bahan pokok saat ini.

Apakah krisis itu sudah mengganggu program-program kerjasama antara pemerintah Mesir dan Indonesia pada tahun ini?
Ya. Menteri Perdagangan kami tadinya akan berkunjung ke Indonesia. Namun, dia kini tidak lagi menjadi anggota kabinet Mesir [Presiden Mubarak melakukan perombakan kabinet pada 31 Januari 2011 - Redaksi].
 
Selain itu Menteri Perdagangan Indonesia, Mari Elka Pangestu, tadinya dijadwalkan akan ke Mesir Maret untuk membicarakan komisi kerjasama bilateral. Namun kami akan membicarakan jadwal pertemuan itu lagi. Saya akan bertemu beliau pada sore ini [Senin sore 1 Februari 2011].

Jadi ada beberapa jadwal atau hal yang harus kami diskusikan lagi dengan para pejabat Indonesia terkait dengan perubahan kabinet di Mesir.  Namun saya pastikan bahwa hubungan antara pejabat Mesir dan Indonesia telah berlangsung erat.
• VIVAnews

12.20 | Posted in , | Read More »

“Korupsi Penyakit Kekuasaan”


Agus Condro mengaku sadar telah korupsi.

Demi seorang Agus Chondro, Mahfud MD --di tengah kesibukannya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi--  bersedia menjadi saksi di sidang Pengadilan Tipikor, Kamis 26 Mei 2011. Di depan hakim, Mahfud juga meminta keringanan hukuman bagi mantan anak buahnya itu. Sebab, kata dia, Agus Chondro mengaku sadar telah korupsi.
Ada dua hal yang dibeber Mahfud di muka sidang. Pertama, Agus Chondro mengakui perbuatannya menerima uang Rp500 juta. Pengakuan itu disampaikan di Garut pada 2008.
Tak hanya itu, eks politisi PDIP itu menceritakan praktik mafia suap di Komisi XI DPR Periode 1999-2004. Praktik itu biasa terjadi dalam setiap ada pemilihan di Komisi Keuangan dan Perbankan itu. Agus Condro mengaku tertekan. Bahkan awal masuk Komisi XI ia langsung diberi uang Rp25 juta. Dengan catatan harus mengikuti aturan main Komisi XI pada waktu itu.
Untuk diketahui, kasus cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang akhirnya dimenangkan Miranda Swaray Goeltom adalah ‘tsunami besar’ bagi perpolitikan Indonesia. Sebanyak 30 mantan anggota Komisi Perbankan dan Keuangan periode 1999-2004 DPR diperkarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk politisi senior, Panda Nababan dan mantan menteri, Paskah Suzetta.
Proses persidangan kasus ini juga diwarnai berita duka. Dua terdakwa meninggal dalam tahanan, yakni Poltak Sitorus dan Jeffry Tongas Lumbanbatu.
Usai sidang berakhir Kamis lalu, sambil menikmati rokoknya, Agus Condro bercerita tentang banyak hal: soal kesaksian Mahfud, praktek penyimpangan di Dewan, perasaannya saat tahu dua rekannya meninggal di tahanan, juga soal kondisinya di penjara. Ia juga menjawab pertanyaan yang sering dialamatkan padanya: apakah ia menyesal mengungkap kasus besar ini?
Berikut petikan wawancara Agus Chondro dengan VIVAnews.com:
Dalam kesaksian yang meringankan, Mahfud MD mengaku, Anda pernah mengatakan menyesal?
Apa yang saya sampaikan ke Pak Mahfud, sudah saya omongkan ketika saya jadi saksinya Hamka Yamdu dalam kasus aliran dana ke Bank Indonesia dengan tersangka Aulia Pohan dkk. Tapi tidak persis seperti kata Pak Mahfud, begitu datang ke Komisi IX itu langsung dikasih duit, itu sebulan kemudian.
Kapan waktunya dan di mana Anda mengaku pada Mahfud MD?
Sudah lama tahun 2004. Ingatnya susah. Waktu itu bareng naik pesawat ada acara sosialisasi Pancasila membahas soal korupsi, saya dilirik Mahfud, “gimana Gus! Ini Komisi XI kena lagi, nggak enak.” Tapi terakhir pada waktu ingin memulangkan, memang ngomong sama Mahfud, uang yang Rp500 juta itu.
Apa benar praktek suap itu lazim di Komisi XI?Ya ini kan penyakit kekuasaan. Kekuasaan itukan cenderung korup. Nah ketika DPR menggunakan kekuasaanya untuk menyetujui divestasi, untuk menyetujui pejabat publik seperti BI ya penyakit itu selalu muncul. Masalahnya kontrol terlalu longgar dan permainan itu tidak diketahui pihak luar. Ketika teman-teman di komisi membahas soal keuangan itu kan komisi basah. Jadi, penyakit dari kekuasaan kewenangan dari komisi itu muncul di situ.
Kondisi itu Anda sebut sebagai tekanan?
Bukan tekanan, tetapi saya mau berteriak, ngomong, itu kan jadi tidak enak. Bukan tekanan psikologis tapi perasaan tidak enak. Tidak merasa tertekan dengan mafia seperti apa, tapi hanya tidak enak mau ngomong, ya sudah didiamkan  saja, yang penting kerja.

Yang diungkapkan Mahfud di persidangan tadi sesuai?
Ya persis, tapi gayanya Pak Mahfud itu kan keras, tegas tidak soft. Beliau orang jujur, kalau ngomong blak-blakan.
Anda menyesal membeberkan semua ini?
Saya kan politisi, kalau ini tidak saya ungkap, tidak saya sampaikan, tidak jadi masalah. Tapi, saya akan tersandera. Kalau saya keluar nanti, mau berpolitik lagi itu, apa yang saya lakukan itu sudah terungkap, sudah tertebus dengan ditahan. Selesai. Berarti saya tidak ada persoalan lagi, saya sudah bebas mau ngomong apa saja, saya tidak takut diungkap kasusnya. Kalau belum diungkap kan saya tersandera suatu saat ada yang meledakkan bisa lawan politik atau siapapun nanti.
Bagaimana dengan status Anda sebagai whistleblower?
Saya tidak merasa manfaat atau kelebihan sebagai whistleblower. Saya sama seperti terdakwa lainnya, sama-sama ditahan sama-sama menjalani ini. LPSK katanya memberi perlindungan hukum tapi ketika diminta hadir tidak datang. Yang datang malah teman-teman yang cukup dengan SMS kemudian saya susuli surat resmi. Malah Mahfud yang ketua MK yang datang, dari LPSK tidak ada, hanya memberikan surat bahwa saya dilindungi saat sidang dilindungi. Tapi ketika pengacara saya minta hadirkan ahli dari LPSK nyatanya tidak datang. Tidak berpengaruh.

Harapan Anda di persidangan ini?
Terserah hakim saja lah, bagaimana baiknya. Yang penting buat saya,  apapun putusan hakim nantinya atas diri saya, akibatnya tidak membuat orang takut melapor kasus korupsi di mana orang itu terlibat di dalamnya. Kalau saya tidak mendapatkan sesuatu kelebihan atau keringanan ataupun tidak, buat apa  buka-buka korupsi kalau ujungnya ditahan. Kan orang belum tentu siap begitu. Saya sejak melapor ke KPK sudah menyadari suatu saat saya akan masuk penjara. Saya bicara ke penyidik KPK waktu itu katanya paling setahun paling lama dua tahun. Saya santai aja.
Apakah ada penjagaan khusus di penjara Polda?
Penjagaan khusus tidak ada, cuma ruang titipan KPK itu berbeda dengan tahanan Polda lainnya. Dan politisi nggak ada yang ditahan di situ.
Perlakuan teman politisi lainnya yang tersangka pada Anda?
Ya baik saja, tapi kalau dalam hati kecil mereka tidak suka sama saya, ya wajar lah. Karena saya, mereka jadi masuk ke sini (penjara). Dari body language-nya kan kelihatan, tapi saya menyadari merasa tidak enak dengan teman-teman yang mestinya tidak masuk jadi masuk. KPK kan biasanya yang dicari aktor intelektual, jadi saya kan cuma disuruh, dikasih duit sama seperti teman lain.
Ada rasa khawatir atau merasa terancam?
Ya kalau terancam sih tidak lah tapi orang kalau mau ngerjain saya kan tak mungkin ngomong. Itu namanya gertak tapi kalau mau kan tinggal lakukan saja. Saya hanya jaga-jaga diri.
Apa yang pernah KPK sampaikan ke Anda?
Tidak pernah bicara mau apa, cuma penyidik waktu itu bilang kalau bapak mengungkap kasus ini paling tidak dihukum satu tahun, katanya KPK itu biasanya aktor intelektual yang akan diusut tapi ternyata semua penerima kena. Ini diluar dugaan saya. Tapi ini sudah risiko

Anda kecewa dengan KPK?
Tidak juga. Tidak apa-apa kalau itu bagian strategi KPK mengungkap kasus.
Sikap PDIP bagaimana?
Banyak teman-teman PDIP yang menjauhi saya. Saya baru lapor KPK langsung dicopot dari DPR, tapi ada yang vonisnya sudah in krach (berkekuatan hukum tetap) sampai sekarang nggak dicopot alasannya macam-macam. Saya juga tidak mau nanya kenapa, malas saya, biarlah, orang mereka yang berkuasa.
Susah ya partai politik?
Jadi begini, sumber masalah di negeri ini kan partai politik. Karena apa? Orang mau jadi anggota DPR melalui partai, jadi presiden, gubernur dari partai. Nah ketika presiden dan DPR terpilih kemudian membuat UU memilih hakim melalui DPR artinya kan sumbernya partai. Lah kalau partainya keruh sumber pendanaanya tidak mandiri kemudian butuh banyak duit untuk memenangkan pemilu ini pasti akan menugaskan anggota mereka yang ada di eksekutif dan legislatif itu untuk mencari duit, ini yang terjadi. Wajah partai itu kan DPR. Dengan saya melapor saya berharap partai akan membenahi dirinya supaya bisa menekan abuse of power. Karena kekuasaan itu cenderung korup.
Kunci kasus cek pelawat ini siapa menurut Anda?KPK, tapi ini kan persoalannya saksi belum tentu bicara terbuka untuk mengatakan yang sebenarnya. Orang yang dianggap penting juga tidak bicara sesungguhnya. Seperti Tjahjo Kumolo masa tidak tahu ada uang itu, dia kan ketua fraksi. Teman-teman tersangka ini kan cuma prajurit yang menerima. Kalau pimpinan partai mau jujur apa adanya saya yakin akan terbuka. Kalau ketua fraksi tidak mengetahui saya sulit percaya.
Sudah dua terdakwa kasus cek pelawat yang meninggal dalam tahanan. Bagaimana kondisi psikologis Anda dan terdakwa lain?
Saya berusaha mendekat (ke sesama terdakwa) dan itu mencair saat saya mencoba ajak ngomong-ngomong. Kalau yang meninggal itu saya juga kepikiran, jangan-jangan gara-gara saya. Tapi itu takdir, urusan Tuhan, meski sempat terpikir kematian salah satu teman gara-gara saya, berbesar hati saja kalau ini takdir yang maha kuasa.

Keluarga Anda bagaimana kondisinya?
Tidak ada masalah. Saya bilang kalau saya akan masuk penjara. Yang penting sudah mengaku dan mengembalikan uangnya. (eh)
• VIVAnews

12.10 | Posted in , | Read More »

marhaenisme


MENGGALI MARHAENISME AJARAN PEMIMPIN BESAR REVOLUSI INDONESIA BUNG KARNO

Oleh : Tulus Chandra Simanungkalit

Bagi Soekarno ideologi marhaenisme adalah ideologi perjuangan bagi
golongan masyarakat yang dimiskinkan oleh sistem kolonoalisme,
imperialisme, feodalisme dan kapitalisme. Untuk dapat memahami
marhaenisme menurut Soekarno harus menguasai dua pengetahuan

Pertama : Pengetahuan tentang situasi dan kondisi Indonesia, dan

Kedua : Pengetahuan tentang Marxisme.

Soekarno berkali-kali menegaskan bahwa siapapun tidak dapat memahami

 marhaenisme jikalau tidak memahami marxisme terlebih dahulu.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan dengan alasan yang
kuat pula bahwa marhaenisme adalah marxisme yang disesuaikan dengan
kondisi dalam masyarakat Indonesia sendiri. 

 
Ketika Soekarno mencermati marxisme, Bung Karno menemukan bahwa
marxisme terdiri dari 2 hal yang harus dibedakan ; filsafat
materialisme dan historis materialisme. Bung Karno menilai filsafat
materialisme yang atheis tidak sesuai dengan kehidupan Indonesia.

 
Menurut Soekarno historis-materialis me dapat digunakan sebagai metode
berpikir untuk menganalisa kehidupan sosial di Indonesia.
Historis-materialis me bukanlah merupakan ajaran atau ideologi tetapi
semata-mata merupakan teori sosial yang dapat dipergunakan untuk
menganalisa keadaan sosial.

 
Dengan menggunakan historis-materialis me sebagai pisau analisa, Bung
Karno menemukan bahwa rakyat Indonesia yang sebagian besar adalah
petani kecil, hidup menderita karena ditindas oleh sistem yang
mengungkungnya, yaitu kolonialisme/ imperialisme bangsa asing yang
merupakan anak kapitalisme, serta feodalisme bangsa Indonesia sendiri.

 
Akibat dari penindasan dan pemerasan dari sistem tersebut rakyat
Indonesia tidak mampu mewujudkan tuntutan budi nuraninya. Berangkat
dari pemikiran itu untuk melakukan pembelaan terhadap rakyat yang
tertindas maka Bung Karno melahirkan ideologi marhaenisme.

 
Marhaenisme adalah ideologi ajaran Bung Karno secara keseluruhan,
didalam marhaenisme terkandung alur pemikiran yang konsisten, suatu
ideologi yang membela rakyat dari penindasan dan pemerasan
kapitalisme, kolonialisme/ imperialisme serta feodalisme, dalam rangka
membangun masyarakat adil-makmur dan beradab, bebas dari segala
penindasan dan pemerasan, baik oleh bangsa atas bangsa maupun manusia
atas manusia.

 
Marhaenisme adalah pemikiran yang murni dicetuskan oleh Bung Karno dan
berangkat dari kebutuhan hidup manusia yang paling substansial dan
bersifat universal, yaitu Tuntutan Budi Nurani Manusia (The Social
Consience of Man), yang menghendaki terwujudnya kesejahteraan hidup
manusia yang hanya dapat terpenuhi apabila telah tercipta harmonisasi
antara kemerdekaan individu dan keadilan sosial.

 
Pada kenyataannya tuntutan tersebut tidak dapat ditemukan pada saat
itu, dan keprihatinan atas permasalahan (nasib bangsa Indonesia)
inilah yang merupakan titik tolak dari pengkajian Bung Karno dalam
melahirkan ideologi marhaenisme. Golongan masyarakat yang miskin dan
melarat inilah yang disebut Soekarno marhaen.

Rumusan marhaenisme ini dijelaskan Bung Karno sebagai berikut :
1. Marhaenisme adalah asas yang menghendaki susunan masyarakat
dan negara yang didalam segala halnya menyelamatkan kaum marhaen.
2. Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai
dengan watak kaum marhaen pada umumnya.
3. Marhaenisme sekaligus sebagai asas dan cara perjuangan yang
revolusioner menuju kepada hilangnya kapitalisme, imperialisme, dan
kolonialisme.

Bung Karno juga menyebut marhaenisme merupakan sosio nasionalisme dan
sosio demokrasi. Hal ini menurut Soekarno dikarenakan nasionalisme
kaum marhaen adalah nasionalisme yang berkeadilan sosial dan
dikarenakan demokrasinya kaum marhaen adalah demokrasi yang
berkeadilan social.

 
Pengertian marhaen yang merupakan asal-usul dicetuskannya ideologi
marhaenisme menurut Soekarno adalah golongan masyarakat miskin yang
terdiri dari tiga unsur :
1. Unsur kaum proletar Indonesia atau disebut kaum buruh.
2. Unsur kaum tani melarat Indonesia.
3. Unsur kaum masyarakat melarat Indonesia lainnya.

 
Soekarno juga menjelaskan golongan mana yang disebut dengan kaum
marhaenis, yakni kaum yang mengorganisir berjuta-juta kaum marhaen dan
yang bersama-sama dengan tenaga massa marhaen yang hendak menumbangkan
sistem kapitalisme, imperialisme serta kolonialisme, dan kaum yang
bersama-sama dengan marhaen membanting tulang untuk membangun negara
dan masyarakat yang kuat, bahagia-sentosa, serta adil dan makmur.

Pernyataan ini semakin ditegaskan oleh Soekarno dalam pernyataannya :
" Pokoknya, Marhaenis adalah setiap orang yang menjalankan marhaenisme
seperti yang saya jelaskan. Camkan bebar-benar ! setiap kaum
Marhaenis berjuang untuk kepentingan kaum marhaen dan bersama-sama
dengan kaum marhaen ! 

 
Pandangan Soekarno yang memperlihatkan kebenciannya terhadap sistem
kapitalisme, imperialisme dan kolonialisme yang dianggapnya sebagai
sumber mala petaka penyebab kemiskinan masyarakat indonesia dapat
dilihat dari petikan pidatonya yang mensyaratkan perlunya kerjasama
dengan kaum tertindas dalam merubah sistem yang eksploitatif :
Kita semua harus berjuang di tengah-tengah rakyat marhaen,
membulatkan seluruh kekuatan marhaen, dan bersama-sama dengan kaum
marhaen itu terus berjuang melawan kapitalisme, imperialisme,
kolonialisme dan neo-kolonialisme dimanapun ia masih bercokol dan
berada. 

 
Seorang penulis Amerika Louis Fischer pernah mengumpamakan marhaenisme
sebagai Smith-isme untuk masyarakat Amerika, karena di Amerika Smith
adalah nama yang paling banyak dipakai oleh orang-orang kecil, dan
andaikata Bung karno tidak berjalan-jalan ke Bandung Selatan tetapi di
desa-desa sekitar Malang, dan ia berjumpa dengan pak Kromo atau pak
Bakat maka ia tentu akan menamakan : kromo-isme atau bakat-isme. 

 
Ketika Bung Karno akan memberi nama terhadap masyarakat Indonesia yang
tertindas oleh sistem yang eksploitatif, serta nama ideologi yang
telah dipikirkannya Bung Karno bertemu dengan seorang petani kecil di
desa Cigalereng, Bandung Selatan bernama Marhaen.

 
Bagi Bung Karno, Pak Marhaen adalah simbolisasi dari lapisan
masyarakat yang merupakan bagian terbesar dari rakyat Indonesia pada
saat itu. Dia adalah seorang petani kecil yang memiliki alat produksi,
bekerja dengan seluruh waktunya, tetapi tetap menderita karena hidup
dalam sistem yang menindasnya.

 
Marhaenisme yang ditafsirkan Soekarno sendiri dapat juga dilihat dari
keputusan Konfrensi Partindo pada tahun 1933 tentang marhaen dan
marhaenisme yang populer:
1. Marhaenisme, yaitu sosio nasionalisme dan sosio demokrasi.
2. Marhaen, yaitu kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia
    yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain.
3. Partindo memakai perkataan marhaen, dan tidak proletar oleh
    karena perkataan proletar sudah termaktub didalam perkataan marhaen,
    dan oleh karena perkataan proletar itu bisa juga diartikan bahwa kaum
    tani dan lain-lain kaum yang melarat tidak termaktub didalamnya.
4. Karena Partindo berkeyakinan, bahwa didalam perjuangan,
    kaum melarat menjadi elemen-elemennya (bagian-bagiannya) , maka
    Partindo memakai perkataan marhaen.
5. Didalam perjuangan marhaen itu maka Partindo berkeyakinan,
    bahwa kaum proletar mengambil bagian yang besar sekali.
6. Marhaenisme adalah asas yang menghendaki susunan masyarakat
    dan susunan negeri yang didalam segala halnya menyelamatkan marhaen.
7. Marhaenisme adalah pula cara perjuangan untuk mencapai
    susunan masyarakat dan susunan negeri yang demikian itu, yang oleh
     karenanya, harus suatu cara perjuangan yang revolusioner.
8. Jadi marhaenisme adalah ; cara perjuangan dan asas yang
    menghendaki hilangnya tiap-tiap kapitalisme dan imperialisme.
9. Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia, yang
    menjalankan marhaenisme.

Marhaenisme ajaran Bung Karno sebagai ideologi perjuangan bagi kaum
marhaen memiliki asas perjuangan sesuai dengan watak dan karakter
ideologi marhaenisme. Perjuangan kaum marhaenis dalam mewujudkan
masyarakat adil dan makmur serta beradab memerlukan suatu strategi dan
cara yang disebut asas perjuangan.

 
Sosio nasionalisme bertujuan memperbaiki keadaan di dalam masyarakat
sehingga tidak ada kaum yang tertindas, tidak ada kaum yang celaka,
dan tidak ada kaum yang papa sengsara. Sosio nasionalisme bertujuan
untuk mencari keberesan politik dan keberesan ekonomi, keberesan
negeri dan keberesan rezeki.

 
Sosio demokrasi lahir daripada sosio nasionalisme bertujuan mencari
keberesan politik dan ekonomi, keberesan negeri dan rezeki, dan tidak
hanya mengabdi kepada kepentingan sesuatu yang kecil melainkan kepada
kepentingan masyarakat. Sosio nasionalisme adalah nasionalisme yang berperikemanusiaan,
nasionalisme yang lapang dada, nasionalisme yang internasionalisme,
nasionalisme yang bergetar hatinya untuk membela apabila melihat masih
ada bangsa yang terjajah. Sosio nasionalisme bukanlah nasionalisme
yang berpandangan sempit dan menumbuhkan chauvinisme jingoisme,
intoleran atau disebut xeno phobia. Sosio nasionalisme juga bukan
nasionalisme yang hanya berorientasi pada internasionalisme minded
saja, tanpa memperhatikan harga diri atau identitas nasional atau
disebut xeno mania.

 
Bagi marhaenisme, internasionalisme harus dibarengi oleh nasionalisme
atau patriotisme dan disebut sosio nasionalisme. Sosio demokrasi
meliputi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Demokrasi politik
hanya akan melahirkan political power centris yang menyuburkan lairan
yang berpedoman pada adagium " The survival of the fittest ", dalil
sosial Darwinisme.

Demokrasi politik yang seperti ini berwatak liberalisme dan menjurus
kepada free fight competition dan bertentangan dengan marhaenisme yang
sosialistis. Dengan demikian demokrasi politik dan demokrasi ekonomi
sejajar dengan marhaenisme. Apabila marhaenisme dikembangkan maka akan
melahirkan :

1. Sosio nasionalisme menjadi nasionalisme, perikemanusiaan.
2. Sosio demokrasi menjadi demokrasi, kedaulatan politik dan
    keadilan sosial.

Bung Karno dalam menjelaskan marhaenisme tidak pernah keluar dari
benang merah yang telah digariskan sejak tahun 1927 tentang
marhaenisme, diantaranya :
1. Marhaen adalah kaum melarat Indonesia yang terdiri dari buruh,
    tani, pengusaha kecil, pegawai kecil, tukang, kusir, dan kaum kecil
    lainnya. Soekarno sering menyebutkan marhaen adalah rakyat Indonesia
    yang dimiskinkan oleh imperialisme.
2. Marhaen Indonesia ada yang berdomisili di pantai, di gunung,
    di dataran rendah, di kota, di desa dan dimana saja. Marhaen itu ada
    yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan ada juga yang menganut
    animisme. Marhaen Indonesia ada yang kyai, pastor, pendeta, biksu, mpu
    atau dukun di kalangan PSII, Budi Utomo, TNI, KORPRI dan dimana saja.
3. Kaum marhaen sesuai dengan kodratnya berupaya melepaskan
    belenggu kemiskinan dan mengharapkan terjadinya perbaikan nasib.
4. Marhaenisme adalah ideologi yang bertujuan menghilangkan
    penindasan, penghisapan, pemerasan, penganiayaan dan berupaya mencapai
    serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, melalui kemerdekaan
    nasional, melalui demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.
5. Terhapusnya kemiskinan dan terwujudnya masyarakat adil dan
     makmur hanya bisa dicapai dengan kemerdekaan nasional, dimana
     kemerdekaan itu hanyalah jembatan emas. Di seberang jembatan emas itu
     terbuka dua jalan. Satu jalan menuju masyarakat yang adil dan makmur,
     dan jalan satu lagi menuju masyarakat celaka dan binasa.

Marhaenisme adalah sublimasi daripada Manifesto Komunis dan
Declaration Of Independence. Dari Manifesto Komunis diambil yang baik
dan yang bermanfaat bagi perkembangan umat manusia, begitu pula dengan
Declaration Of Independence. Oleh karena itu konsepsi marhaenisme
memadukan kebebasan manusia dan solidaritas sosial yang berdasarkan
pada nilai-nilai manusia dan kemanusiaan. Konsepsi marhaenisme adalah
ideologi yang akan menggantikan ideologi komunisme dan kapitalisme. 

 
Marhaenisme ajaran Soekarno bukanlah  jalan ketiga  seperti yang
dicetuskan oleh Anthony Giddens, yang bertujuan untuk mendamaikan
perbedaan antara 2 ideologi di Eropah antara kubu demokrasi sosial
yang dinilai terlalu memberi kebebasan kepada negara untuk mengatur
jalannya perekonomian masyarakat.dan kubu liberalisme yang dinilai
terlalu liberal dengan politik ekonomi pasar bebas.

 
Ideologi  jalan ketiga  Giddens sangat berbeda dengan marhaenisme
dikarenakan  jalan ketiga  bukan lahir daripada antitesa terhadap
kapitalisme melainkan upaya untuk mendamaikan sistem ekonomi pasar
bebas dengan ekonomi demokrasi sosial. Marhaenisme lahir sebagai
sebuah antitesa atas penghisapan oleh kapitalisme dan imperialisme
negara-negara maju terhadap negara-negara dunia ketiga.
Jalan ketiga dinilai banyak pihak berhubungan erat dengan
kebijakan-kebijakan neoliberal, dianggap dekat dengan
pergerakan-pergerak an sayap kanan dan dianggap sebagai upaya untuk
memodernisir wacana sosialisme-demokras i di era globalisasi. 

 
Marhaenisme menekankan pentingnya pendidikan terhadap massa marhaen
sementara ` jalan ketiga ` Giddens lebih mempersiapkan kelas pekerja
untuk menghadapi pasar bebas. Ideologi aIternatif atau jalan ketiga
(The Third Way ) merupakan kejenuhan historis terhadap segala bentuk
ideologi yang menjenterah diantara keriuhan peradaban dunia seperti
sosialisme dan kapitalisme. Jalan keriga juga lahir karena peleburan
cakrawala antara berbagai aliran ideologis untuk melahirkan suatu
peradaban baru yang bernaung dibawah ideologi kemanusiaan. 

 
Inti dari marhaenisme adalah untuk mengganti kapitalisme dengan segala
metamorfosanya dan marhaenisme adalah ideologi kiri yang merupakan
antitesa kapitalisme dan bukan ideologi kanan apalagi  jalan ketiga
Marhaenisme adalah ideologi yang berpijak pada nilai-nilainya
sendiri bukan merupakan hasil revisi ataupun hasil damai antara kiri
dan kanan.
Visi Marhaenisme adalah terwujudnya masyarakat marhaenistis, yaiu
masyarakat adil, makmur dan beradab berdasarkan kesederajadan dan
kebersamaan yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan, bebas dari
segala bentuk penindasan dan keterkungkungan (hegemoni), suatu
masyarakat adil dan makmur material dan spiritual.

1. Azas
Azas adalah dasar atau " pegangan " kita yang " walau sampai lebur
kiamat " , terus menentukan " sikap " kita, terus menentukan "
duduknya nyawa kita ". Azas adalah prinsip-prinsip yang harus
dilaksanakan untuk dapat mewujudkan visi yang telah dicanangkan. Azas
Marhanisme yang merupakan hasil analisa Bung Karno dengan menggunakan
historis-materialis me adalah : Sosio-nasionalisme dan
Sosio-demokrasi. 

 
Sosio-nasionalisme adalah nasionalisme yang menghendaki kesejahteraan,
nasionalisme yang berperikemanusiaan, nasionalisme yang hidup dalam
taman sarinya internasionalisme, bukan nasionalisme yang chauvinistis.
Nasionalisme yang saling menghargai antara bangsa-bangsa dalam
kesederajadan dan perdamaian abadi, sehingga tidak menghendaki
terjadinya penjajahan suatu bangsa oleh bangsa lain.

" Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang mencari selamatnya
perikemanusiaan. ... Sosio nasionalisme adalah nasionalisme Marhaen,
dan menolak tiap tindak kaum borjuisme yang menjadi sebabnya
kepincangan masyarakat itu. Jadi sosio-nasionalisme adalah
nasionalisme politik dan ekonomi,- suatu nasionalisme yang mencari
keberesan politik dan keberesan rezeki. 

 
Sosio-demokrasi adalah demokrasi yang berkeadilan sosial, bukan
demokrasi yang sekedar mengedepankan perbedaan dan kemerdekaan
individu yang mengabaikan kebersamaan serta tegaknya keberdayaan dan
kedaulatan rakyat. Esensi dari Sosio-demokrasi adalah tegaknya
kesedrajadan dan kebersamaan yang merupakan landasan bagi terwujudnya
keberdayaan dan kedaulatan rakyat. Tujuan demokrasi adalah untuk
menciptakan kesejahteraan bersama tanpa ada penindasan manusia oleh
manusia.

 
" Sosio-demokrasi adalah pula demokrasi yang berdiri dengan dua-dua
kakinya di dalam masyarakat. Sosio-demokrasi tidak ingin mengabdi
kepentingan sesuatu gundukan kecil sahaja, tetapi kepentingan
masyarakat,- demokrasi sejati yang mencari keberesan politik dan
ekonomi, keberesan negeri dan rezeki. Sosio-demokrasi adalah demkrasi
politik dan emokrasi ekonomi.
Marhaenisme merupakan sintesa yang lahir dari antitesa terhadap sistem
yang menindas dan menyengsarakan rakyat, maka Marhaenisme memiliki
sifat anti penindasan, anti terhadap kapitalisme,
kolonialisme/ imperialisme dan feodalisme maupun setiap bentuk
penindasan lainnya. Hasil penganalisaan kultural Bung Karno terhadap
bangsa Indonesia membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang
ber-Ketuhanan Yang Maha Esa serta sanggup hidup berdampingan secara
damai dalam pluralisme beragama. Apabila dicermati secara seksma maka
kan dapat kita ketahui bahwa azas Marhaenisme tercermin dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Azas Perjuangan Marhaenisme
Azas perjuangan adalah menentukan hukum-hukum daripada perjuangan
itu,- menetukan strategi daripada perjuangan itu. Azas perjuangan
menentukan karakter perjuangan itu, sifat-wataknya perjuangan itu,
garis-garis besar daripada perjuangan itu,- bagaimana perjuangan itu.
"Adapun asas perjuangan daripada ideologi marhaenisme adalah :
· Radikal-revolusioner
· Non-kooperasi
· Machtsvorming dan machtsaanwending
· Massa aksi
· Self help
· Self reliance

Radikal-revolusione r adalah cara perjuangan untuk melakukan perubahan
secara mendasar dan cepat. Radikal revolusioner tidak ada hubungannya
dengan kekerasan, amuk-amukan, apalagi bunuh-bunuhan, tetapi cara
perjuangan yang tidak hanya tambal sulam.

 
Hal mendasar dari radikal-revolusione r adalah non-kooperasi.
Non-kooperasi adalah perjuangan dengan tidak melalui jalan kompromi,
bukan perjuangan meminta-minta, dan non-kooperasi ditujukan terhadap
sistem yang melakukan pemerasan dan penindasan, terhadap sistem yang
menistakan kemerdekaan individu dan keadilan sosial. Terhadap sistem
yang mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan itulah non-kooperasi
diarahkan.

 
Machtsvorming adalah perhimpunan kekuatan yang dilandasi satu kesatuan
semangat dan cita-cita, satu penyusunan kekuatan berdasarkan mental
ideologi, dan merupakan sumber dalam menggunakan kekuatan
(machtsaanwending) dan bukan hanya himpunan orang dalam jumlah yang
banyak, bukan juga himpunan yang sifatnya lahiriah.

 
Massa aksi adalah suatu massa aksi yang didasari pada kesadaran
bersama atas tujuan perjuangan, massa aksi bukanlan gerakan yang harus
dengan jumlah besar, tetapi setiap tindakan yang dapat melahirkan
kesadaran rakyat untuk menimbukan gerakan yang radikal-revolusioner.
Massa aksi berbeda dengan massale aksi.

 
Self help adalah suatu gerakan yang tidak bergantung kepada kekuatan
sesuatu pihak melainkan harus berdasarkan kekuatan sendiri. Dengan
menggantungkan diri pada pihak lain maka dapat membuka peluang
terhadap pihak lawan untuk mengkooptasi (membelokan gerakan dengan
niat buruk) gerakan. Dengan dasar self help, suatu gerakan akan
memiliki self reliance (kepercayaan diri).

Asas perjuangan dari marhaenisme tersebut mengandung 3 misi utama bagi
kaum marhaenis Indonesia, yakni :
1. Membangun kesadaran rakyat atas penderitaan serta sebab-sebab
    yang mengakibatkan penderitaannya.
2. Membangun kekuatan kaum marhaen dan marhaenis agar dapat
    menjadi subjek sosial-politik yang menentukan tata kehidupan berbangsa
    dan bernegara.
3. Menggalang kekuatan progressif-revolusi oner, yaitu semua
    kekuatan yang mendukung tercapainya revolusi Indonesia sesuai dengan
    tahapan-tahapannya.


Kekuatan progressif-revolusi oner adalah kekuatan yang berpikiran maju
ke arah tujuan revolusi Indonesia, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan beradab, masyarakat tanpa penindasan dan pemerasan oleh manusia
atas manusia maupun bangsa atas bangsa. Tujuan revolusi ini hanya kan
dapat dicapai melalui tiga tahapan revolusi, yang oleh Bung Karno
disebut " Tiga Kerangka Revolusi ", yaitu :
1. Kemerdekaan penuh/Nasional- demokratis.
2. Sosialisme Indonesia.
3. Dunia baru yang adil dan beradab.

Untuk mencapai kemerdekaan yang hakiki tersebut, maka Indonesia harus
menyelenggarakan pembangunan :
1. State Building (mempertanyakan Negara Kesatuan Republik
    Indonesia )
2. Nation and character Building (pembangunan karakter bangsa)
3. Social and economic developing building (pembangunan social
    ekonomi)


02.57 | Posted in | Read More »

Sejarah Pertanian


Zaman Mesopotamia yang merupakan awal perkembangan kebudayaan, merupakan zaman yang turut menentukan sistem pertanian kuno.  Perekonomian kota yang pertama berkembang di sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung, dan jutu tulis-juru tulis.

Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan. Administrasi untuk surplus yang harus disimpan mendesak kebutuhan sistem akuntansi. Pemecahan masalah ini datang 6.000 tahun yang lalu dengan terciptanya tulisan-tulisan yang merupakan awal kebudayaan. Kebudayaan Mesopotamia bertahan untuk beribu tahun di bawah banyak pemerintahan yang berbeda. Pengaruhnya, walaupun sukar didefinisikan secara tepat, memancar ke Siria dan Mesir dan mungkin juga ke India dan Cina.
Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting untuk persediaan pangan dunia: gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitum dan anggur. Kebudayaan kuni dari Mesopotamia - Sumeria, Babilonia, Asiria, Cahldea - mengembangkan pertanian yang bertambah kompleks dan terintegrasi. Reruntuhan menunjukkan sisa teras-teras, taman-taman dan kebun-kebun yang beririgasi. Emapt ribu tahun yang lalu saluran irigasi dari bata dengan sambungan beraspal membantu areal seluas 10.000 mil persegi tetap ditanami untuk memberi pangan 15 juta jiwa. Pada tahun 700 SM sudah dikenal 900 tanaman.

Pengetahuan tentang pertanian kuno di mana pun tidak lebih banyak dari pada di Mesir, di mana pasri yang bertiup dari gurun memelihara data dan catatan dari zaman yang menakjubkan. Walaupun lembah Nil telah mendukung manusia sekurang-kurangnya 20.000 tahun, di duga perkembangan pertaniannya yang mendorong perubahan-perubahan yang terjadi di wilayah mediteran.

Kebudayaan Mesir jaya, yang berpengaruh pada kebudayaan-kebudayaan Barat sekarang, adalah makmur dalam keberlimpahan pertanian yang dimungkinkan oleh kebanjiran Sungai Nil yang menyuburkan tanah kembali. Orang Mesir adalah akhli dalam mengembangkan teknik drainase dan irigasi. Drainase yaitu pembuangan kelebihan air, merupakan tuntutan di daerah seperti lembah Nil; hal ini meminta pengembangan lereng-lereng lahan dan pembuatan sistem pengangkutan serta saluran air yang efisien. Irigasi yaitu pemberian air pada tanaman secara buatan, menyangkut penadahan, pengantaran dan pemberian air. Masalah drainase dan irigasi saling menjalin; pemecahannya oleh orang Mesir dengan membangun serentetan parit untuk menyimpan air dan saluran yang melayani kedua tujuan tersebut. Orang Mesir mengembangkan teknik menaikkan air, yang masih dipakai sekarang. Penemuan yang utama adalah shaduf, yang memungkinkan menaikkan 2.250 liter air setinggi 1.8 m tiap hari kerja pria.

Teknologi pengolahan tanah dapat dilacak lewat perbaikan cangkul. Cangkul asalnya dari suatu tongkat bercabang yang lancip dan digunakan dengan gerakan memotong. Bajak kuno juga hanya merupakan cangkul yang ditarik manusia (belakangan oleh hewan) untuk menggaruk permukaan tanah, dan masih banyak digunakan kini di banyak bagian dunia. Kemudian bajak diperbaiki dengan penemplean besi di bagian yang besinggungan dengan tanah dan dengan konstruksi yang lebih kuat dan efisien. Orang-orang Mesir menggunakan berbagai alat potong pada waktu panen, salah satunya adalah arit yang merupakan alat yang paling baik ketika itu.

Orang Mesir mengembangkan berbagai teknologi yang berhubungan dengan seni masak - industri keramik, pemanggangan, pembuatan anggur dan penyimpanan pangan. Cara-cara penyimpanan termsuk fermentasi, pembuatan acar, pengeringan, pengasapan dan pemberian garam. Banyak tanaman dibudidayakan untuk serat, minyak dan tujuan-tujuan industri lain; papirus untuk kertas, jarak untuk minyak, pinus untuk malam (lilin). Mereka menciptakan jamu-jamuan yang pertama, koleksi tanaman obat, dan industri rempah-rempah, wangi-wangian dan kosmetik.

Sepanjang Sungai Nil diciptakan kebun-kebun formal luas, penuh dengan tanaman-tanaman hias eksotik dan kolam kolam berisi ikan dan teratai. Di kebun buah (orchard), kurma, anggur, ara, lemon dan delima diusahakan. Kebun sayur berisi ketimun, articoke, bawang putih, perai, bawang bombay, slada, menta, endewi, cikori, logak, dan berbagai labu.
Kebudayaan Mesir bertahan selama 35 abad, dan kemudian pelaut-pelaut phoenicia meneruskan warisan teknologi Mesopotamia dan Mesir ke kepulauan Yunani yang sedang muncul.

Yunani. Walaupun orang-orang Yunani hanya sedikit menambah kemahiran praktek, sikap analitik dan keingintahuannya terhadap alam benda memberi pengaruh besar pada kemajuan teknolgoi di masa datang. Ilmu Botani berasal dari pikiran Yunani zaman itu. Dua buah tulisan terkenal, History of plants dan Causes of Plants dari Theopratus murid Aristoteles mempengaruhi Ilmu Botani hingga abad 17. Dia dipandang sebagai Bapak Ilmu Botani. Tulisan tersebut mencakup judul-judul yang beraneka ragam seperti morfologi, klasifikasi, pembiakan dengan biji dan secara vegetatif, geografi tumbuhan, kehutanan, horikultur, parmakologi, hama dan bau serta rasa tanaman. Diperbincangkan sebanyak 500 tanaman liar dan tanaman pertanian. Dia membedakan Angiospermae dan Gymnospermae, Monokotil dan Dikotil, membahas pembentukan lingkaran tahun dan cara-cara mengumpulkan damar (resins) dan ter. Bahkan membahas penyerbukan pohon kurma betina dengan bunga-bunga dari pohon jantan yang tak berbuah. Hal ini merupakan pengetahuan kelamin pada tanam, sesuatu yang lama menghilang dan baru diketahui lagi 2.000 tahun berikutnya.

Cendekiawan Yunani ternyata tak mampu bertahan secara politik. Persaingan dan peperangan antar kota membawa ke kejatuha oleh tentara Macedonia. Ada yang melacak kejatuhan Yunani pada akibat peningkatan populasi pada merosotnya sumber-sumberdaya alam baik oleh peperangan maupun oleh kebusukan dari dalam. Kelihatan bahwa dasar pertanian Yunani tak cukup untuk menyokong kebudayaan yang selalu tumbuh.

Kebudayaan Yunani diserap oleh bangsa baru ke barat. Kekaisaran Romawi, berbeda dengan Yunani, dibangun dari dasar sumberdaya alam yang kokoh kuat. Kebalikan dari bangsa Yunani, bangsa Romawi sangat tertarik pada aspek praktis dari pertanian. Pertanian merupakan bagian penting dari ekonomi dan urusan yang sungguh-sungguh. Sumber penghasilan utama dari Romawi adalah pajak tanah; perundang-undangannya yang paling penting berurusan dengan rencana agraria; kekayaan besar diinvestasikan pada lahan pertanian. Romawi tumbuh ke kejayaan pada landasan teknologi pertanian yang sehat dan berfungsi. Sewaktu mereka menaklukkan, mereka membangun suatu kebudayaan yang asalnya Yunani tetapi pelaksanaannya secara Romawi.

Walaupun orang Romawi hanya memiliki sedikit ide asli, akan tetapi mereka terkenal betul betul memperbaiki yang mereka temukan. Tanda perdagangan yang bertahan lama adalah jalan-jalan dan jalan air. Orang-orang Romawi berpikiran moderan, beradab dan berpusat ke kota, tetapi bisnis dan kecenderungannya terikat pada tanah.

Praktek pertanian  Romawi dibukukan secara baik. Tulisan mengenai pertanian yang pertama adalah De agricultura karangan Marcus Porceus Cato (234 - 149 SM), yang menulis aspek-aspek praktis dari pengelolaan tanaman dan ternak, terutama mengenai keuntungan. Asal-usul filosofi desa ditemui dalam kesimpulannya bahwa petani bukan hanya penduduk yang terbaik, tetapi juga tentara terbaik. Seratus tahun berikutnya tulisan Marcus Terentius Varro (116 - 28 SM) yaitu De re rustica libri III, menekankan ketergantungannya negeri sekemakmuran pada pertanian yang sehat. Tulisan-tulisan lain adalah Georgica karangan Vergilius (70 - 19 SM) dan banyak lain. Historia naturalis karangan Plinius (23 - 79 M) memuat kumpulan ilmu maupun hal-hal yang tidak diketahui. Dari tulisan-tulisan ini pertanian Romawi dapat dipelajari.
Dalam tulisan-tulisan pertanian dicatat adanya penyambungan tanaman (grafting dan budding), poenggunaan berjenis-jenis varietas buah dan sayuran, rotasi pupuk hijau, penggunaan pupuk kandang, pengembalian kesuburan tnah, bahkan penyimpanan dingin untuk buah-buahan. Dikenal pula suatu "specularium", rumah kaca dari mika, untuk menanam sayuran pada musim dingin. Di Romawilah mulainya kebun tanaman hias berkembang sampai tingkat tinggi.

Pada masa awal sejarah Romawi lembaga pertanian yang pokok adalah masyarakat desa. Milik perorangan kecil, berkisar dari satu hingga mepat acre dan dikelola secara intensif. Setelah negara Romawi berkembang wilayahnya dan memiliki tenaga kerja perbudakan dari menang perang, muncul unit produksi yang lebih tinggi. Ini didapat dari tanah-tanah negara yang dibagi-bagikan. Hasil sistem perkebuan merangsang pertumbuhan kekayaan perotangan yang hebat yang mendorong penyapan dan korupsi yang menjalar dengan dahsyat. Kenaikan tenaga kerja murah dari budak-budak dan meningkatnya ukuran milik perorangan berakibatkan ketidakseimbangan sosial. Tentara-petani-penduduk kehilangan tempatnya sebagai kekuatan stabilisasi dalam kehidupan Romawi.

Kemudian setelah kejayaan dialami, banyak sistem pertanian tak sehat muncul. "Absente ownership", perbudakan, membawa kerusakan tanah yang menurunkan produktivitas. Di samping itu upeti-upeti dari negara-negara luar mengendurkan semangat berproduksi tinggi. Bangun dan jatuhnya keberuntungan politik kekaisaran Romawi sejajar dengan trend dalam pertanian. Beban untuk mendukung dan mempertahankan negara yang overexpanded meremehkan dasar-dasar pertnaian; pertanian yang kelelahan dan tidak stabil mengurangi daya pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.

Abad pertengahan. Dengan runtuhnya Romawi dan Negara Barat, kemajuan teknologi beralih ke Timur Tengah. Setelah tahun 700 M, kebudayaan Islam yang menyumbang hasil-hasil kebudayaannya kepada dunia. Kebudayaan Islam muncul dengan menyumbangkan hasil-hasil teknologi dan ilmu pengetahuannya yang jauh lebih rasional dan ilmiah dibandingkan dengan kebudayaan-kebudayaan sebelumnya.

Sumber : MM. Sri Setiyati Harjadi, 1984, dan dari berbagai sumber lain.

23.04 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added