MOST RECENT

Mengenal Sejarah Karawang

 
Kabupaten Karawang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Karawang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor di barat, Laut Jawa di utara, Kabupaten Subang di timur, Kabupaten Purwakarta di tenggara, serta Kabupaten Cianjur di selatan.

Topografi. Sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang adalah dataran rendah, dan di sebagian di wilayah selatan berupa dataran tinggi.

Demografi. Penduduk umumnya adalah suku Sunda yang menggunakan Bahasa Sunda, tetapi di Karawang terdapat beberapa bahasa dan budaya diantaranya budaya dan bahasa Betawi di daerah utara Karawang tepatnya sebagian Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya serta bahasa Jawa Cirebonan di jalur Utara Kecamatan Tempuran Kecamatan Cilamaya Masyarakat pada umumnya memiliki mata pencaharian yang beragam, tetapi banyak yang bekerja sebagai petani.

SEJARAH KARAWANG
Abad ke-17 kerajaan terbesar di Pulau Jawa adalah Mataram dengan rajanya yang terkenal yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo, Sultan Agung adalah seorang raja yang tidak menginginkan wilayah Nusantara dikuasai atau dijajah oleh bangsa asing dan ingin mempersatukan Nusantara dibawah satu kekuasaan bangsa sendiri.

Pada abad ke-17 VOC sudah menanamkan kekuasaannya di Batavia oleh karena itu Sultan Agung berupaya mengusir VOC dari bumi Nusantara dengan jalan menyerang Batavia, tetapi pada waktu itu para raja di wilayah Nusantara belum ada persatuan dan kesatuan untuk menghadapi musuh dari luar, masing-masing berjuang sendiri bahkan ada sebagian yang memihak penjajah.

Hal ini disebabkan adanya politik Devide Et Impera dari penjajah sehingga Sultan Agung bukan saja harus berhadapan dengan serdadu VOC tetapi juga harus menghadapi tentara dari kerajaan Banten. Sebagai daerah atau tempat untuk menyerang VOC di Batavia, Karawang pada waktu itu dikuasasi oleh para prajurit Mataram dijadikan sebagai basis atau pangkal perjuangan. Sultan Agung memerintahkan Rangga Gede untuk :
  •  Mempersiapkan bala tentara/membenahi prajurit
  •  Mempersiapakan logistik dengan jalan menjadikan daerah Karawang menjadi
lumbung padi.
Tanggal 14 September 1633 Masehi, bertepatan dengan Tanggal 10 Maulud 143 Hijriyah. Raja Mataram, Sultan Agung melantik Singaperbangsa sebagai Bupati Karawang pertama, sehingga secara tradisi setiap tanggal 10 Mualud diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.

Pada zaman revolusi kemerdekaan Republik Indonesia, Karawang merupakan salah satu daerah yang menjadi kancah perjuangan melawan penjajah Belanda, seperti yang dilukiskan dalam sajak Chairil Anwar berjudul " Karawang Bekasi".

Menjelang Proklamasi Kemerdakaan Bung Karno dan Bung Hatta bersama para pemuda militan mempersiapkan diri di Rengasdengklok tepatnya di Kampung Bojong Kecamatan Rengasdengklok, Proklamator Sukarno - Hatta menyusun naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Peristiwa penting ini merupakan bukti otentik bahwa Kabupaten Karawang memiliki nilai HISTORIS yang besar peranannya bagi kejayaan Nusa dan Bangsa sehingga tidak berlebihan kiranya Karawang diberi julukan sebagai daerah pangkal perjuangan, maka di tempat-tempat tersebut dibangun tugu kesepakatan kebulatan tekad untuk memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini tentunya mendorong semua pihak untuk berperan serta dalam melaksanakan pembangunan dengan lebih giat lagi.

Pelat Kuning Kandang Sapi Gede mengawali berdirinya Kab. Karawang
Karawang berdiri sejak dikeluarkannya piagam Pelat Kuning Kandang Sapi Gede oleh Sultan Agung kepada Raden Singaperbangsa dan Raden Wirasaba, 3,8 abad lampau. Saat itu, wilayah Karawang sangat luas, meliputi Bekasi, Subang, Purwakarta.

Memasuki sejarah perjalanan Kabupaten Karawang, kita awali dengan kedatangan seorang Hafidz Qur’an dari Champa sekitar abad ke XV masehi yang bernama Syech Hasanudin bin Yusuf Idofi, atau yang terkenal dengan julukannya, Syech Quro. Ia mendirikan paguron-paguron Islam di Karawang, tepatnya di kampung Pulobata desa Pulokalapa, kecamatan Lemahabang-Wadas. Sejak penyebaran agama yang diwahyukan Allah SWT kepada Rasulullah SAW itulah, kemudian agama Islam menyebar di seantero jagat oleh para waliullah yang terkenal dengan sebutan wali Sanga.

Pada masa penyebaran agama Islam di Karawang, komplek pemakaman Syech Quro masih merupakan hutan belantara dan rawa-rawa. Hal ini bisa kita duga apabila menelaah asal kata Karawang berasal dari bahasa sunda Ka-Rawa-an yang artinya tempat penuh rawa. Nama tersebut sesuai dengan keadaan geografis Kabupaten Karawang yang berawa-rawa. Bukti yang memperkuat pendapat tersebut yakni dengan banyaknya nama-nama daerah di Kabupaten Karawang yang diawali dengan kata Rawa seperti; Rawasari, Rawagempol, Rawa sikut, Rawa Gede, Rawa Merta, Rawa Gabus dan rawa-rawa lainnya.

Namun, menurut sumber lain pada buku-buku Portugis (tahun 1512 dan 1522) menyebutkan, nama Karawang diambil dari bahasa Portugis “Caravan”. Istilah ini diberikan bangsa Portugis karena apabila orang-orang yang bepergian akan melawati daerah rawan, untuk keamanan mereka pergi berkafilah-kafilah dengan menggunakan hewan seperti Kuda, Sapi, Kerbau atau Keledai. Demikian pula halnya yang terjadi pada jaman dahulu, kesatuan-kesatuan kafilah yang dalam bahasa Portugis disebut “Caravan” membuat pelabuhan-pelabuhan di sekitar muara sungai Citarum yang menjorok ke pedalaman Karawang. Sehingga disebut dengan “Caravan” yang kemudian berubah menjadi Karawang. Dalam sumber pada buku-buku Portugis (tahun 1512 dan 1522) tadi, Karawang memang terletak di sekitar Sungai Citarum. Memang pada masa itu, keberadaan Karawang dikenal sebagai jalu Lalu Lintas yang sangat penting untuk menghubungkan Kerajaan Pakuan Padjajaran dengan Kerajaan Galuh Pakuan yang berpusat di daerah Ciamis.

Hal diatas ada kaitannya dengan yang dijelaskan Tendam. Menurut Tendam”…dari Pakuan Padjajaran ada sebuah jalan yang dapat melalui Cileungsi atau Cibarusah, Warung Gede, Tanjung Pura, Karawang, Cikao, Purwakarta, Sagalaherang terus ke Sumedang, Tomo, Sindang Kasih, Raja Galuh, Talaga, Kawali dan akhirya berpusat di kerajaan Galuh Pakuan di Ciamis dan Bojong Galuh. Luas wlayah kabupaten Karawang saat itu, tidak sama dengan luas wilayah Kabupaten Karawang pada masa sekarang. Pada masa itu, luas wilayah Kabupaten Karawang meliputi Bekasi, Subang, Purwakarta dan Karawang sendiri.

Perang Mataram – Banten
Kerajaan Padjajaran runtuh pada tahun 1579 M. Pada tahun 1570 M kerajaan Sumedang Larang berdiri sebagai penerus kerajaan Padjajaran dengan rajanya yang bernama Prabu Geusan Ulun, putra pasangan Ratu Pucuk Umum (disebet juga Pengeran istri) deingan Pangeran Santri keturunan Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Kerajaan Ilam Sumedang Larang, pusat pemerintahannya berada di Dayeuh Luhur membawahi Sumedang, Galuh, Limbangan, Sukakerta dan Karawang. Prabu Geusan Ulun wafat pada tahun 1608, dan digantikan oleh putranya Rangga Gempol Kusumahdinata, putra Prabu Geusan Ulun dari istrinya Haris maya keturunan madura.

Pada masa itu di Jawa Tengah telah berdiri kerajaan Mataram dengan rajanya Sultan Agung (1613-1345) yang bercita-cita ingin menguasai Pulau Jawa dan mengusir Kompeni (Belanda) dari Batavia.

Demi menjaga keselamatan wilayah kekuasaan Mataram di daerah Barat, pada tahun 1628 dan 1629, Sultan Agung melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia. Namun gagal sehubungan situasi medan yang sangat berat dan berjangkitnya penyakit Malaria serta karena kurangnya kebutuhan logistik.

Dengan kegagalan tersebut, Sultan Agung mencari strategi penyerangan terhadap kompeni dan menunjuk Karawang sebagai pusat logistik yang mempunyai pemerintahan sendiri dibawah kekuasaan Mataram dan dikomandani oleh seorang pemimpin yang cakap dan ahli perang serta mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun pesawahan guna mendukung pengadaan
Logistik dalam persiapan melakukan penyeragan kembali terhadap VOC (Belanda) di Batavia.

Tahun 1632, Sultan Agung mengutus Wiraperbangsa Sari Galuh untuk membawa 1000 prajurit beserta keluarganya ke Karawang. Tujuan pasukan yang dipimpin oleh Wiraperbangsa adalah selain membebaskan pengaruh Banten di Karawang juga untuk mempersiapkan kebutuhan logistik sebagai bekal melakukan penyerangan kembali terhadap VOC (Belanda) di Batavia.

Tugas yang diemban Wiraperbangsa dapat dilaksanakan dengan baik. Hasilnya bahkan sempat dilaporkan kepada Sultan Agung di Mataram. Atas keberhasilannya, Wiraperbangsa dianugerahi jabatan Wedana (sekarang tingkat Bupati) di Karawang dan mendapat gelar Adipati Kertabumi III serta diberi hadiah senjata berupa sebilah Keris yang bernama “Karo sinjang”.

Setelah penganugerahan dilakukan di Mataram, Wiraperbangsa melanjutkan kembali tugasnya dan melakukan perjalanan ke Karawang. Namun takdir illahi berkata lain. Saat singgah sementara untuk menjenguk keluarganya di Galuh, Wiraperbangsa keburu wafat.

Pelat Kuning Kandang Sapi Gede
Jabatan Wiraperbangsa sebagai Wedana di Karawang kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Raden Singaperbangsa yang di anugrahi gelar Adipati Kertabumi IV memerintah di Karawang pada tahun 1633-1677. tugas pokok Raden Singaperbangsa di awal kepemimpinannya adalah mengusir VOC (Belanda) di Batavia.

Untuk itu, Raden Singaperbangsa membangun pesawahan untuk kebutuhan logistik semasa perang. Selain itu, Raden Singaperbangsa juga mendapat tambahan 2000 keluarga.

Pembangunan pusat logistik dan pesawahan demi memenuhi kebutuhan logistik perang itu tersurat dalam “Piagam Pelat Kuning Kandang Sapi Gede” yang bunyinya adalah sebagai berikut; “panget ingkang Piagam Kanjeng ing Ki Rangga Gede ing Sumedang kagadehaken ing si Astrawardana. Mulane sun gdehi peagem, sun kongkon anggraksa kaagengan dalem siti Nagara Agung, kilen waten Cipamingkis, wetan wates Cilamaya, serta kon anunggoni lumbung isina Pun Pari Limang tkes punjul tiga welas jait. Basakala tan anggrawahani piagem, lagi lampahipan Kyai Yudha-bangsa kaping kalih ki wangsa Taruna, ingkang potusan Kanjeng Dalem Ambakta tata titi yang kalih ewu, Wadana nipun Kyai Singaperbangsa, kalih ki Wirasaba kang dipunwadanahakeun ing manir. Sasangpun katampi dipunrenahakeun Waringinpitu lan ing Tanjungpura, anggraksa siti NagaraGung Bongan Kilen, kala nulis piagem ing dina rebo tanggal ping sapuluh sasi Mulud tahun alif. Kang anulis piagem manira anggaprana titi”.

Terjemahan isi piagam tersebut didalam bahasa Indonesia adalah; “Peringatan piagam Raja kepada Ki Ranggagede di Sumedang diserahkan kepada Si Astrawardana. Sebabnya maka saya serahi piagam, ialah karena saya berikan tugas menjaga tanah negara agung di sebelah timur berbatas Cilamaya, serta saya tugaskan menunggu lumbung berisi Padi lima takes lebih tiga welas jahit. Adapun padai tersebut diterima oleh Ki Singaperbangsa, baskalatan yang menyaksikan piagam dan kedua Ki Wangsataruna yang diutus oleh Raja untuk pergi dengan membawa 2000 keluarga. Pimpinannya adalah Kyai Singaperbangsa serta Ki Wirasaba. Sesudah piagam diterima, kemudian mereka ditempatkan di Waringinpitu dan di Tanjungpura. Tugasnya adalah menjaga tanah nagara agung di sebelah barat. Piagam ini ditulis pada hari Rabu tanggal 10 bulan Mulud tahun Alif. Yang menulis piagam ini ialah saya, Anggaprana. Selesai”.

Demikian isi ‘Piagam Pelat Kuningan Kandang Sapi Gede’ yang dibuat pada tanggal 10 bulan Mulud tahun Alif atau hari Rabu tanggal 10 Rabi’ul awal tahun 1043 hijriah, yang bertempatan dengan tanggal 14 September 1633 Masehi dan pada hitungan tahun Jawa/Saka adalah hari Rabu tanggal 10 Mulud 1555.

Tanggal yang tercantum dalam isi Piagam Pelat Kuningan Kandang Sapi Gede kemudian dijadikan sebagai “Hari Jadi Kabupaten Karawang”. Penetapan tanggal itu berdasarkan hasil penelitian panitia sejarah yang dibentuk dengan surat Keputusan Bupati Kepala daerah Tingkat II Karawang, Letkol (inf) H. Husni Hamid dengan SK-nya nomor 170/PEM/H?SK/1968 pada tanggal 1 Juni 1968. adapun bukti hasil penelitian dan pengkajian itu terdapat dalam tulisan para pakar sejarah yakni; Dr. Brenes dalam “Tyds Taal Land en Volkenkude’ XXVIII halaman 352, 355 yang menetapkan tahun 1633 sebagai tahun jadinya Karawang.

Ada juga tulisan ilmuwan Dr. R. Asikin Wijayakusumah dalam “tyds Taalland en volkenkunde’ XXVIII 1937 afl. 2, halaman 188-200 Tyds Batavisch Genot schap DI. 77, 1937 halaman 178-2005 yang menetapkan tahun 1633 sebagai tahun jadi Karawang.

Begitu pula tertulis pada batu nisan makam Penembahan Kyai Singaperbangsa di Manggung Ciparage desa Manggungjaya Kecamatan Cilamaya yang bertuliskan angka 1633-1677 dalam huruf latin dan tulisan Mas Sutakarya berjudul babd Karawang yang menetapkan tahun 1633 sebagai tahun jadi Karawang.

SEJARAH KARAWANG YANG TERTULIS DI MUSIUM PERJUANGAN INDONESIA
Pada zaman Kerajaan Padjadjaran yang dipimpin oleh Sri Baduga Maha Raja, Karawang merupakan salah satukota dari Pajajaran yang merupakan kota Pelabuhan di tepi Sungai Citarum. Bupati Pertama adalah Adipati Kertabumi IV yang dikenal Singaperbangsa yang secara turun temurun menjabat Bupati Karawang, pernah menjadi sebagai bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan Mataram dan pemerintah Hindia Belanda sampai datangnya kekuasaan Inggris. Pada masa Pemerintahan Inggris (tahun 1811-1816)

Kabupaten Karawang dihapuskan dan baru dihidupkan kembali sekitar tahun 1820 dan Bupati pertamanya R.A.A. Surianata. Sejarah kedudukan Ibu Kota Kabupaten Karawang adalah :
  •  Kabupaten Karawang dengan Ibu Kotanya di Karawang dari tahun 1653-1819 (166) tahun.
  •  Kabupaten Karawang Ibukotanya di Wanayasa dari sekitar tahun 1820-1830 (10) tahun.
  •  Kabupaten Karawang dengan Ibukotanya di Purwakarta dari tahun 1830-1449
  •  Melalui keputusan Wali Negara Pasundan tanggal 29 Januari 1949 Nomor 12
           Kabupaten Karawang dipecah menjadi 2 yaitu Karawang Barat dengan Ibu Kota
           Karawang dan Karawang Timur menjadi Kabupaten Purwakarta dengan Ibu kota
  • di Subang. Dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat tahun
1950. Karawang secara resmi dinyatakan sebagai Kabupaten yang berdiri
sendiri dengan Ibukota di Karawang.

Saat ini Kabupaten Karawang dibagi atas 3 Kewedanaan, 12 Kecamatan dan 112 Desa dan ditetapkan bahwa Kabupaten Karawang didirikan pada tahun 1633 Masehi.

Kabupaten Karawang menyimpan banyak catatan sejarah. Rengasdengklok merupakan tempat dimana Soekarno-Hatta dibawa oleh para Pemuda Indonesia untuk secepatnya merumuskan proklamasi kemerdekaan Indonesia sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1945. Kota Karawang juga menjadi inspirasi sastrawan Chairil Anwar menulis karya Antara Karawang-Bekasi.

Kecamatan Rengasdengklok adalah daerah pertama milik Republik Indonesia, yang telah berani mengibarkan bendera Merah Putih sebelum Proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh karena itu selain dikenal dengan sebutan Kota Lumbung Padi Karawang juga sering disebut sebagai Kota Pangkal Perjuangan. Di Rengasdengklok didirikan sebuah monumen yang dibangun oleh masyarakat sekitar, kemudian pada masa pemerintahan Megawati didirikan Tugu Kebulatan Tekad untuk mengenang sejarah Republik Indonesia.

Sebelumnya Karawang memiliki 3 sebutan, sebagian menyebutkan Kerawang adapula yang menyebut Krawang dan terakhir dengan nama Karawang dalam buku miracle sight west java yang diterbitkan oleh Provinsi Jawa Barat dan buku Sejarah Karawang yang ditulis oleh R. Tjetjep Soepriadi disebutkan asal muasal kata tersebut, pertama berasal dari kata 'Karawaan' yang mengandung arti bahwa daerah ini banyak terdapat rawa, hal ini dibuktikan dengan banyaknya daerah yang mengunakan kata rawa di depannya seperti, Rawa Gabus, Rawa Monyet, Rawa Merta dan lain-lain. selain itu berasal dari kata Kera dan Uang yang mengandung arti bahwa daerah ini dulunya merupakan habitat binatang sejenis monyet yang kemudian berubah menjadi kota yang menghasilkan uang, serta istilah lain yang berasal dari Belanda seperti Caravan dan lainnya.

Administratif. Kabupaten Karawang terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Karawang.

Potensi.
Di Kabupaten Karawang berdiri beberapa Kawasan Industri, antara lain Karawang International Industry City KIIC, Kawasan Surya Cipta, kawasan Bukit Indah City atau BIC di jalur Cikampek(Karawang)
Di bidang pertanian, Karawang terkenal sebagai lumbung padi Jawa Barat.
Karawang adalah tuan rumah PORPROV Jabar X tahun 2006.

Transportasi. Ibukota kabupaten Karawang berada di jalur pantura. Kabupaten Karawang dilintasi ruas jalan tol Jakarta-Cikampek(Karawang) serta Cipularang (Cikampek(Karawang)-Purwakarta-Padalarang). Cikampek merupakan kecamatan yang berada di bagian timur Kabupaten Karawang. Di Cikampek terdapat stasiun kereta api yang merupakan pertemuan dua jalur utama dari Bandung dan dari Cirebon menuju Jakarta.
by. 2002 01 43 1 011

09.19 | Posted in , | Read More »

Kapitalisme Global Penyebab Kerusakan Lingkungan

Engkos Koswara
 
Secara umum masalah lingkungan yang dihadapi manusia sekarang adalah rata-rata suhu bumi yang meningkat. Konsumsi energi manusia naik lebih dari 70% dibandingkan 30 tahun lalu. Emisi CO2 meningkat; kadar nitrogen dalam ekosistem juga meningkat, menimbulkan masalah terhadap siklus nitrogen di alam. Deforestrasi seluas satu negara Israel terjadi di Amazon saja setiap tahun. Banyak spesies di darat, laut dan udara juga punah atau di ambang kepunahan (lihat Philippe Legrain, ”Open World: The Truth About Globalisation” (2001)).
 
 Ada sebagian orang menyesalkan, lebih tepatnya lagi menuding asosiasi individu dalam ledakan pendudukan disetiap Negara sebagai penyebab paling krusial atas beragam kerusakan ligkungan. Sehingga muncullah saran moral bagi para pengantin baru untuk sedari awal merencanakan kelahiran.
 
 Indonesia merupakan negara dengan nomor urut keempat dalam besarnya jumlah penduduk setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurut data statistik dari BPS, jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 225 juta jiwa, dengan angka pertumbuhan bayi sebesar 1,39 % per tahun. Angka pertumbuhan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, maka pertambahan penduduk setiap tahunnya adalah 3,5 juta jiwa.
 
 Boleh jadi kaum liberal berpendapat seperti demikian karena mengantongi cukup data sehingga mengetemukan korelasi antara Lonjakan penduduk yang sangat tinggi atau baby booming dengan dampak begitu luas, termasuk juga dampak bagi ekologi atau lingkungan hidup. Hal itulah yang kemudian menyajikan alasan dapat mengganggu keseimbangan, bahkan merusak ekosistem yang ada.
 Dalam perkembangan sejarah manusia, titik awal ledakan penduduk bisa ditarik dari ordinatnya fase peralihan corak ekonomi hunting-gathering ke suatu fase baru bernama masyarakat agraris. Lalu lonjakan berikut sangat ekstrim setelah revolusi industry yang jauh lebih besar dari ere-era sebelumnya dan memang dalam waktu yang bersamaan kerusakan lingkugan cukup menggila bahkan hingga saat ini dimana pertumbuhan peduduk berlangsung semakin eskalatif kerusakan ligkungan pun semakin menegaskan ancamannya bagi masa depan manusia.
 
 Jika merujuk pada pernyataan Poo Tjian Sie,bahwa “lingkungan hidup adalah kesatuan ekosistem atau system kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, (tatanan alam),dan makhluk hidup, termasuk manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain”, mungkin bisa dibenarkan korelasional tadi. Namun jika di pandang dari aspek kasualistiknya tentu persoalan besar ini tak sekedar disebabkan oleh ledakan penduduk, namun memiliki kaitan erat dengan beroperasionalnya sebuah kesatuan sistem yg berinteraksi dan berlaku di atas bumi ini sehingga secara kohesifitas kita bisa telusuri jejak-jejaknya. Dan, sistem tersebut adalah KAPITALISME yang saat ini Berjaya di dunia.


Benarkah Kapitalisme yang merusak lingkungan?
Sah-sah saja bila kaum liberal menyatakan tak sepenuhnya kerusakan bumi kita desebabkan oleh kapitalisme (yang sudah kita anggap bahwa system tersebut berwatak eksploitatif dan menindas). Andai pun tembok berlin tidak runtuh dan Jerman tetap terbagi dua (Jerman Barat dan Jerman Timur) mungkin saja kita bisa jumpai contoh empiris perbedaan mendasar di negara bagian eropa barat sana mengenai keadaan lingkungannya yang sering disimpulkan oleh para peneliti borjuis bahwa Jerman Barat yang menganut system ekonomi Kapitalisme, dengan populasi jauh lebih tinggi dari Jerman Timur yang kecenderungannya sosialisme, kondisi lingkungannya pada level tertentu juga jauh lebih ekologis dari negara rival sebelah timurnya itu.  Bukti empiris lain juga datang dari AS ketika Negara itu memberlakukan Perdagangan Pollution Permit dari gas Nitro Oxide yang pada tahun 1990, cukup sukses menurunkan tingkat hujan asam hingga 80%. Kapitalisme dengan mekanisme pasarnya pun mengklaim memiliki kemauan meningkatkan kualitas ekologi seperti ditemukannya mobil hemat BBM dan kendaraan dengan kinerja 4 tax untuk mengurangi emisi? Kebijakan rehabilitasi sungai sebagaimana yang dilakukan di beberapa Negara seperti hongkong, belanda dan korea? Lalu pertanyanannya : apakah data empiris tadi menjadi alasan tunggal karena meningkatnya kesejahteraan rakyat kemudian merangsang permintaan kondisi tempat tinggal yang lebih ekologis pula? Hal-hal seperti inilah yang oleh kalangan liberal disebut sebagai salah satu kehebatan kapitalisme.
 
Dalam alur pikiran saya, fakta empiris tersebut di atas dalam konteks watak kapitalisme yang hanya dipandang dari satu sisi saja yaitu korelasional dalam pengertian yang sangat sempit tanpa menyertakan kausalitas secara komprehensif. Namun pandangan kaum liberal tak selesai sampai di situ, mereka melompat ke ranah sosio-ekonomi guna memperkuat argumentasi simplistiknya dengan klaim peran penting kapitalisme antara tahun 80-90an tentang penurunan tingkat kemiskinan ekstrem sebanyak 500 juta manusia terutama kontribusi terbesar dari Cina setelah reformasi ekonomi, serta India setelah liberalisasi (setelah kedua Negara tersebut berhaluan kapitalis). Namun itu pun lagi-lagi fakta empiris yang ditinjau dari aspek korelasi antara kinerja kapitalisme sebagai sebuah mesin ekonomi di tingkatan tertentu (belum kepada kausalitas global tentang kapasitas Negara dalam ukuran besar kecilnya capital Negara tersebut) yang dalam pengertian kontradiksi imperialisme yang nyata-nyata memerankan hak milik, cost-benefit, opportunity cost dsb dalam mekanisme industri, pasar, moneter, fiscal yang mensaratkan pengeksploitasian sumber daya alam dan buruh yang selama ini terjadi di negara dunia ke tiga.
 
Karena kapitalisme adalah satu kesatuan sistem dunia, maka dia tak mengenal batas-batas Negara, dia juga tidak mengenal ras, suku bangsa dan agama. Negara dan manusia dalam makna ladang sumber bahan baku serta tenaga kerja untuk dieksploitasi plus menjadi konsumennya (pasar), sekaligus mendegradasi kondisi lingkungannya. Sebagai contoh, rusaknya Citarum telah memberi dampak bencana banjir; kebijakan TPST Cikelor-Rengasdengklok (baca : gagal dioperasionalkan karena penolakan masyarakat) yang hendak dijadikan tempat pembuangan limbah kimia dari Jepang; rusaknya pertanian karawang (yang ditandai gagal panen) pada 2 tahun terakhir ini, katakan penyebabnya adalah anomali cuaca dan berkurangnya sumber-sumber mata air; kerusakan pun terjadi di laut yang ditandai oleh penurunan level pendapatan tangkapan nelayan karena simbiosis biota laut terputus berikut hilangnya sebagian besar hutan mangrove menyertai abrasi hampir di seluruh pesisir utara Karawang. Parahnya lagi pada fenomena kerusakan laut, kaum liberal malah mengeluarkan ide privatisasi dan metode tradable permits dalam kerangka logika potential revenuenya. Sunguh jahat.
 
Padahal persoalan mendasar di laut bukan sekedar penangkapan ikan dan rendahnya tingkat kepedulian manusia atas kelangsungan dunia laut  melainkan kerusakan yang banyak disebabkan oleh naiknya suhu air laut dan dikontaminasi oleh limbah-limbah cair industry berbahaya serta eksploitasi besar-besaran baik “ikan” maupun kekayaan laut lain seperti pengerukan “pasir laut“ yang terjadi di banyak perarian kita. Salah satu contohnya adalah seperti apa yang terjadi di Muara Bungin-Tanjungpakis (namun gagal pula karena penentangan warga). Artinya penyumbang kerusakan laut adalah eksploitasi dalam skala besar yang dilakukan oleh dunia usaha/kapitalisme, bukan oleh nelayan.
 
Kesalahan-kesalahan ini yang mungkin disebut bagaikan cacat bawaan yang melekat pada kapitalisme sejak kelahirannya. Cacat ini sedemikan fatalnya sehingga yang diperlukan bukan lagi koreksi berupa pembaruan atau perbaikan pada lapisan kulitnya saja, namun perombakan total untuk membentuk sistem yang sama sekali baru (Jerry Mander dkk, 2004)

Kapitalisme dan Negara peduli ekologi?
Diatas, yang disimpulkan kaum liberal adalah dimana swasta/peran pemodal dalam upaya recovery atas kondisi lingkungan sangat signifikan. Inisiatif-inisiatif modal dalam evolusi produk seperti peran perusahaan otomotif dalam kompetisi pasar motor 4 tax atau kendaraan hemat BBM dalam hal ini perusahaan Jepang peraih keuntungan terbesar. Sementara poltak mencontohkan peran Negara seperti Jerman dalam rangka hemat BBM dengan membagi-bagikan panel surya kepada masyarakatnya padahal Negara tersebut jarang di sinari matahari. Dicontohkannya lagi, pemerintah India dalam upaya penghematan atas kayu bakar membagi-bagikan kompor matahari kepada masyarakatnya, namun nyaris sia-sia karena kebanyakan masyarakat harus memasak pada saat (kira-kira waktu subuh di kita). Atau contoh terdekat seperti PT. Toyota yang berdiri di KIIC Karawang Barat dengan program CSR nya menggalakan penghijauan, kebersihan lingkungan, dsb. Yang dilakukan dunia usaha/swasta hamper sama sekali tidak dilakuakan secara aktif oleh pemerintah. Benar kalau muncul pernyataan bahwa pada derajat tertentu swasta/pemodal/pelaku pasar akan secara aktif melakukan upaya penangggulangan kerusakan lingkungan. Dan pemerintah, TIDAK. Itu sebenarnya lebih didasari oleh kontradiksi-kontradiksi internal modal untuk melakukan antisipasi segala hal yang akan menyebabkan terganggunya proses beranak pinak modal mereka. Sementara pemerintah dengan watak inlander hanya memiliki kepentingan atas komisi/fee dari nilai-nilai keuntungan capital selama tak ada resistensi politik atau dari masyarakat (dalam pengertian stabilitas domain publik). Dengan kata lain, saat didapati besarnya perhatian swasta terhadap lingkungan bukan semata-mata dilandaskan pada keadilan ekologi, melainkan antisipasi reaksi dalam hukum modal (hidup matinya bisnis mereka) yang harus terus menerus menaikan keuntungannya. Sementara peran Negara sebagaimana dikatakan Elinor Ostrom tentang Common Pool Resources (CPR), negara justru malah melakukan crowding-out dalam bentuk-bentuk kerjasama untuk setting interaksi seperti CPR. Termasuk bagaimana kelembagaan dibangun (crafted) di luar struktur pasar dan Negara.
 
Jelas. Baik inisiatif swasta maupun pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan bukan terletak pada keadilan-keadilan ekologis, namun tak lebih dari upaya untuk mempersiapkan serta melancarkan misi-misi capital yang lebih besar lagi, karena sesungguhnya para penggagas neoliberal seperti Adam Smith, Milton Friedman, Fredrick Von Hayek hingga Thatcher dan Reagan sependapat untuk membuang jauh-jauh ingatan dunia ketiga tentang sosialisme, nasionalisme, demokrasi rakyat sampai welfare state/Keynesian dengan mengesampingkan peran Negara dalam setiap kegiatan ekonomi.

Alternative bagi kelangsungan lingkungan hidup di masa depan
Pemakluman pun mesti dihadapkan lagi bagi ketidak yakinan banyak kalangan atas solusi alternative seperti hal “sosialisme” dengan menarik lagi benang empiris dalam sejarah panjang manusia. Cerminannya adalah saat kekuatan sosialis dunia masih besar berarti menjadi ancaman paling ekstrim bagi dunia barat penganut kapitalisme, bersamaan dengan itu hadir pendapat bahwa baik kapitalisme maupun sosialisme yang pernah ada, sama-sama mengabaikan aspek termodinamis dari energy. Sonny berpendapat tentang jalan tengah bagi keadilan ekologi dalam perspektif ekonomi, bahwa Banyak riset, misalnya, menunjukan apa yang disebut ekonom sebagai 'preferensi lexicografik.' Persepsi atas konservasi, keberlanjutan, atau spesies tertentu, tidak bisa dibeli atau dikompensasi (termasuk apalagi oleh insentif uang). Ecological Economics telah membahas banyak hal relevan yang terkait inkomensurabilitas. (Mekanisme pasar, dan ekonomi neoklasik, mensyaratkan ada komensurabilitas). Analisa Cost/Benefit, Contingent Valuation dianggap sebagai bahan olok-olok di titik ini. Seperti apa contoh preferensi lexicografik? Bayangkan contoh dramatis ini: seorang yang bersedia mengikat dirinya di pohon agar pohon itu tak sampai ditebang. Dalam CB analysis, biasanya orang-orang macam ini - proporsinya tidak bisa diabaikan - dihilangkan dari sampel karena tidak sesuai dengan logika seperti Willingness to Pay.

Hal ini menurut saya, sungguh begitu sempit apabila cukup dengan berpaling ke Ecological Economics yang sekedar mengindahkan aspek biofisik ekosistem, sosial dan dimensi waktu. Kalo begitu tetap saja memandang ekologi/lingkungan seperti sesuatu yang berdiri sendiri tanpa ada factor lain yang turut mempengaruhinya. Sehingga, CAP terhadap kapitalisme sebagai kesatuan system yang selain menyebabkan kerusakan lingkungan juga mendepak mundur demokrasi, menghilangkan hak-hak atas hajat paling asasi manusia (terutama buruh, tani dan rakyat miskin juga dunia ketiga) akan MEMUDAR menegasikan tuntutan kesejahteraan dan keadilan.

Bagaimanakah dengan sosialisme?
Seperti halnya kapitalisme. Sosialisme adalah sebuah kesatuan system. Sosialisme pernah tumbuh subur di banyak negeri seperti Rusia, Eropa Timur, Amerika Latin juga Asia. Keruntuhan sosialisme memang pertanda kejayaan kapitalisme. Namun dengan keruntuhan sosialisme bukan semata-mata ada yang salah di dalamnya. Sosialisme terus berdinamika di dalamnya senafas dengan jiwa-jiwa manusia yang merindukan kesetaraan, keadilan, kesejahteraan dan kebahagiaan secara global. Soviet yang menjadi kiblat sejarah sosialisme dunia kemudian mengakhiri ketegangan (perang dingin) dengan blok barat (AS dan sekutunya) bersamaan dengan keruntuhannya. Perjalanan Soviet harus diteliti secara detail, dimasa paska kepemimpinan Lenin, terutama di masa sang dictator Stalin yang mengubah haluan sosialisme ke arah kapitalisme Negara. Hingga keruntuhan USSR masa gorbachev. Sosialisme tidak demikian. Sekali lagi dia memiliki dinamika ke arah yang selalu positif. Ada baiknya kita buka cakrawala baru mengenai sosialisme terkait dengan Lingkungan. Penting nampaknya kita menengok amerika latin, tepatnya Negara Quba. Hingga saat ini sosialisme masih menjadi pegangan ideology masyarakat quba yang telah menempatkan LINGKUNGAN sebagai sebuah kebijakan, bukan lagi isu sebagaimana pandangan terhadap lingkungan dan juga feminisme diera paska keruntuhan sosialisme Soviet yang mendistorsi perjuangan kelas. Kini Quba telah menjalani peralihan fundamental menuju pertanian organik dan pengadopsian praktek-praktek yang berkesinambungan secara ekologis dalam seluruh ekonominya (Diana Raby). Dimana system ini juga diikuti oleh Venezuela, Bolivia dan ekuador terutama pada “revolusi energi” sebagai solusi atas krisis energy dunia yang banyak membawa malapetaka lingkungan.

Benar, Sosialisme pernah dijatuhkan kapitalisme 1990 an, namun hari ini sosialisme yang membingkai keadilan lingkungan; mempertinggi derajat kaum buruh, tani juga perempuan; mengedepankan demokrasi dan menegakkan hukum, tengah tumbuh subur di Amerika Latin untuk diteladani Indonesia.
Environment Day 5 Juni 2011
 
Oleh ; Engkos Koswara
Penulis ialah Anggota Serikat Petani Karawang

21.16 | Posted in , | Read More »

Limbah Jangan Ganggu Kondusifitas


Komandan Kodim 0604 Karawang meminta para pengusaha limbah, menjadikan Karawang lebih kondusif. Hal itu diungkapkannya ketika hearing terkait masalah rebutan limbah PT Exidi, di lantai dua Gedung Singaperbangsa, Rabu (15/6). 

“Saya meminta bersama-sama ciptakan kondisi yang kondusif di Karawang. Jangan sebentar-sebentar ribut masalah limbah. Jika seperti ini, kapan pemerintah mau membangun,” ungkap Dandim 0604 Letkol Inf R Haryono. Dikatakannya, rebutan limbah yang sering mengerahkan massa, menjadikan Karawang tidak kondusif. Hal itu tegasnya, sangat mengganggu pembangun di Karawang. Padahal menurutnya, jika sudah ada aturan yang mengikat seluruhnya, maka aturan itu harus dipertahankan. 

Dandim menjelaskan, kondisi bangsa saat ini sangat menghawatirkan, seperti banyak TKW menjadi korban. Dandim juga menjelaskan ketika bertugas di daerah-daerah konflik dan berharap tidak terjadi konflik di Karawang. Lebih jauh diungkapkan, harus ada pemerataan dalam pembagian pengelolaan limbah. Karena lanjutnya, limbah itu sampah yang sudah tidak mungkin dijadikan bahan komoditas bagi perusahaan, tetapi masih ada limbah yang bisa menghasilkan uang.

“Tetapi itu jangan dijadikan sumber konflik bagi masyarakat. Jadi harus jelas siapa yang akan mengelola dan harus ada aturan yang mengikat dan ditaati seluruh pihak yang terkait,” tegasnya.
Dia berharap, demi kondisifitas di Karawang, masyarakat harus mampu menjaga kebersamaan. Karena tanpa ada rasa kebersamaan, tidak akan tercipta kondusifitas di Karawang. Selain itu Dandim juga menyinggung aksi yang dilakukan sekolompok masyarakat yang sempat memberikan ular kepada bupati, jika kejadian itu terulang maka Kodim tidak akan segan-segan menindaknya.
Dandim juga menginstruksikan kepada seluruh anak buahnya untuk tidak bermain dengan masalah limbah. Ditegaskannya, jika ada anggota Kodim yang ikut terlibat atau mendalangi aksi-aksi terkait limbah, pihaknya tidak segan-segan menindak dan malakukan mutasi. “Saya juga sudah tegaskan kepada seluruh jajaran Kodim untuk tidak bermain-main atau mendalangi masalah limbah. Jika terdapat anggota saya yang seperti itu, saya tidak akan segan-segan mengerangkeng dan memindahkannya ke Papua,” pungkasnya. 

Permasalahan limbah juga membuat kepala desa menjadi bulan-bulanan. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Sirnabaya Ruspan. Menurutnya, seringkali masalah limbah di Karawang yang menjadi korban adalah kepala desa. Ditegaskan, limbah tidak menjadi desa menjadi sejahtera, tetapi malah sebaliknya, kepala desa yang mendapatkan teror sehingga tidak mampu menjalankan kinerja dengan maksimal. 

“Kami menjadi bulan-bulanan sehingga kami tidak mampu menjalankan tugas dengan maksimal,” ungkap Ruspan.(kus)

05.17 | Posted in , , | Read More »

Telukjambe Timur dan Rawamerta Melaju


Kesebelasan Telukjambe Timur berhasil mencukur tim Kecamatan Telukjambe Barat dengan skor 8-0 dalam lanjutan Kapolres Cup yang digelar di Lapangan Sepak Bola Yonif 305 Telukjambe.
Tim Telukjambe Barat pada menit awal babak pertama langsung melakukan tekanan terhadap Telukjambe Timur. Tetapi tim Telukjambe Timur mampu keluar dari tekanan dan melakukan serangan balik cepat yang diperagakan oleh tim asuhan Yanto tersebut. Permainan apik yang diperagakan Telukjambe timur berhasil menuai hasil pada menit 15 babak pertama. Diawalai akselerasi Husen dari sayap kiri yang melakukan umpan kepada Imam dan berhasil membobol gawang Telukjambe Barat lewat sontekan kaki kanan yang langsung melesak masuk ke jala gawang. 

Tidak berselang lama, penjaga gawang Telukjambe Barat harus kembali memungut bola dari gawang, setelah Wavis berhasil mencetak gol kedua. Gol tercipta dari titik putih setelah salah satu pemain belakang melakukan pelanggaran terhadap Nandar di kotak penalti. Lemahnya koordinasi lini belakang Telukjambe Barat dimanfaatkan oleh pemain Telukjambe Timur, karena pada menit 19 babak pertama, dengan menggunakan umpan terobosan Husen berhasil memperdaya penjaga gawang Telukjambe Barat lewat umpan solorun Imam. Husen yang lolos dari jebakan off side dengan mudah membobol gawang Telukjambe Barat skorpun berubah 3-0. 

Pada menit 31 pemain belakang Telukjambe Barat hands ball di kotak penalti dan wasitpun menunjuk titik putih untuk kedua kalinya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Nandar untuk mengubah kedudukan menjadi 4-0 bagi keunggulan sementara Telukjambe Timur.
Babak kedua, pesta golpun berlanjut. Keroposnya lini pertahanan Telukjambe Barat mampu dimanfaatkan para pemain Telukjambe Timur. Diawali dari lemparan kedalam, Ahmad langsung merangsek melakukan penetrasi ke lini pertahanan Telukjambe Barat, dia melakukan tendangan keras dan berhasil menciptakan gol kelima. 

Vidipun tidak mau ketinggal ikut dalam pesta gol dalam pertandigan tersebut lewat sundulan. Pada menit 42 Imam mencetak gol keduanya, memanfaatkan kecepatannya berhasil mengecoh pemain belakang lawan dan dengan mudah mencetak gol. Gol terakhir diciptakan Nandar melalui tendangan bebas terukur yang tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Telukjambe Barat.
Menanggapi kemenangan besar tersebut Yanto, Pelatih Kepala Telukjambe Timur mengatakan, cukup puas dengan permainan para pemainnya. Tetapi dia mengaku masih ada kelemahan di bebarapa lini karena dua pemian intinya cedera.

Sementara pada pertandingan lainnya Tim Majalaya harus menelan pil pahit dari Kesebelasan Rawamerta dikalahkan melalui adu pinalti di lapangan Ciwulan, dengan skor akhir 6–5 untuk keunggulan Rawamerta.

Dewi fortuna berpihak kepada kesebelasan Rawamerta yang dari pertama peluit tanda pertandingan dimulai,  terus dibombardir kesebelasan Majalaya. Tercatat, gol pertama tercipta berkat serangan balik cepat Rawamerta melalui kaki Diki N pada menit 21 babak pertama.
Pada babak kedua, Majalaya meningkatkan intensitas serangannya hingga membuahkan hasil dari tendangan keras Restu di mulut gawang Rawamerta yang tidak bisa dibendung penjaga gawang pada menit 64 babak kedua, skorpun berubah imbang 1-1. 

Panasnya tensi permainan juga berdampak buruk pada jalannya perandingan. Sempat terjadi kekisruhan para pendukung kedua tim kesebelasan hingga wasit terpaksa menghentikan pertandingan karena kedua pendukung nyaris adu jotos. Berkat kesigapan dari pihak kepolisian, situasipun bisa dikendalikan.

Hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan skor masing imbang dan dilanjutkan adu dua belas pas, dan berakhir dengan keunggulan kesebelsan Rawamerta 6-5.
Wasit terpaksa mengeluarkan tiga kartu kuning dan satu kartu merah diberikan kepada pemain Rawamerta, Diki N harus keluar dari pertandingan. Semantara satu kartu kuning diberikan kepada pemain Majalaya. 

Arsitektur kesebelsan Rawamerta, Zaenal Fuad mengaku bangga dengan kemenangan skuadnya pada lanjutan Grup C. Dirinya mengakui kunci dari kesuksesan timnya dalam memenangi pertandingan adalah kekompakan. “Kunci kesuksesan kami adalah kekompakan,” tukasnya.(use/kus)

. 

05.14 | Posted in , , | Read More »

Sultan Tak Ketahui Deklarasi Partai Nasdem


Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan sama sekali tidak mengetahui rencana deklarasi besar-besaran Partai Nasdem pada 26 Juli 2011 mendatang. Sultan menegaskan, Nasdem yang dia ikuti adalah organisasi massa, bukan partai.

"Saya tidak mengetahui rencana tersebut," kata Sultan yang sebagai salah satu tokoh pendiri Ormas Nasdem itu di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat, 17 Juni 2011.

Sultan menegaskan bahwa dirinya tidak ada urusan dengan Partai Nasdem. Dia hanya punya urusan dengan Nasdem sebagai organisasi kemasyarakatan.

Seperti diberitakan sebelumnya Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur, Sugeng Suprawoto, menyebutkan deklarasi besar-besaran digelar 26 Juli 2011 nanti di Jakarta. "Setelah itu dilanjutkan dengan mendaftar ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia," kata Sugeng di Juanda, Surabaya, Kamis 16 Juni 2011.

Saat ini memang terdapat Partai Nasdem dan organisasi massa Nasional Demokrat. Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, juga dikenal aktif di organisasi massa Nasional Demokrat yang dipimpin Surya Paloh. Kedua organisasi ini, seperti diutarakan Patrice Rio Capella, sama-sama mengusung agenda restorasi Indonesia.
Laporan Juna Sanbawa | Yogyakarta
• VIVAnews

05.04 | Posted in , , | Read More »

PKS: Setgab Tak Perlu Bahas Ambang Parlemen


Wakil Ketua DPR RI Anis Matta menilai perbedaan usulan batas ambang parlemen diantara partai-partai koalisi tidak perlu dibahas dan diselesaikan dalam forum Sekretariat Gabungan.

"Di DPR saja. Lewat mekanisme biasa saja, yang penting keputusannya ini diambil lebih cepat supaya semua bisa mengantisipasi implikasi dari aturan itu," ujar Anis di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 17 Juni 2011.

Menurut Anis, DPR harus segera menetapkan seluruh undang-undang paket politik di tahun 2011. Karena partai-partai politik mesti mempersiapkan diri menjadi peserta pemilu 2014 dan menghadapi persaingan memenangkan pemilu tersebut sesuai dengan aturan yang ada dalam undang-undang.

"Sebaiknya seluruh undang-undang politik diputuskan tahun ini. Jadi partai-partai baik yang baru maupun yang sudah ada dapat mengantisipasi sejak awal implikasi dari seluruh aturan itu terhadap strategi kampanye mereka," kata ANis.

Fraksi PKS sudah menetapkan sikap meminta parliamentary treshold atau ambang batas parlemen 3 persen sebagai bentuk kompromi atas keinginan untuk memperbaiki sistem kepartaian dan membangun proses pemilu yang demokratis.

"Fraksi sudah menetapkan sikapnya di posisi 3 persen. Setelah pertimbangkan semuanya, Kami ambil jalan tengah saja. Kan ada yang ingin 2,5 persen sementara yang lainnya ada yang ingin 4 atau 5 persen, ya kita ambil yang sedang saja," kata ANis.

Menurut Anis, seleksi ketat partai politik yang berhak menduduki parlemen memang harus mulai dilakukan sejak sekarang. Namun, hal itu sebaiknya dilakukan dengan persyaratan ambang batas parlemen yang ditingkatkan secara perlahan.

Syarat administrasi pintu masuk bagi partai-partai politik mendaftar sebagai peserta pemilu sebaiknya dipermudah. Pada akhirnya pilihan masyarakat yang menentukan partai apa yang berhak masuk parlemen.

"Dimudahkan saja orang mendaftar partai dengan berbagai syaratnya. Adminsitrasi itu tidak apa-apa dimudahkan, tetapi seleksinya nanti di parliamentary threshold itu," kata Anis.

Ambang batas parlemen, menurut Anis, tidak perlu dinaikkan terlalu tinggi saat ini. Karena infrastruktur perpolitikan di Indonesia saat ini belum siap.

"5 persen itu sebenarnya ideal. Cuma kita perlu perhitungkan juga bahwa infrastruktur politik kita itu tidak disiapkan pada masa orde baru. Sehingga para peserta baru kan perlu waktu lebih lama untuk belajar. Jadi kalau dipaksa, bahwa sistemnya kita perketat sementara orang-orangnya tidak siap, itu kan tidak bagus juga," kata Anis.• VIVAnews

05.02 | Posted in , , | Read More »

Pimpinan DPR Dukung Panja Mafia Pemilu


Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, mengatakan pimpinan DPR mendukung keinginan Panja Mafia Pemilu untuk menyingkap tabir misteri surat putusan MK atas sengketa suara pemilu bernomor 112 yang dikirim tanggal 14 Agustus 2009.

"Kami mendorong panja untuk melakukan langkah terbaik mengungkap masalah ini," ujar Priyo di DPR RI, Jakarta, Jumat 17 Juni 2011.

Oleh karena itu, pimpinan DPR menyetujui permintaan Panja Mafia Pemilu untuk meminta keterangan dari Ketua MK Mahfud MD. Rencananya, Mahfud akan diundang minggu depan.

"Rencana pekan depan, Pak Mahfud MD memang akan kita undang untuk rapat konsultasi khusus di Panja Mafia Pemilu agar menjelaskan duduk perkara ini. Karena beliau termasuk yang meniup peluit pertama atas kasus ini," kata Priyo.

Menurut Priyo, segala temuan dan hasil kerja penelusuran Panja Mafia Pemilu nanti sebaiknya menjadi bahan masukan bagi perbaikan penyelesaian masalah sengketa suara pemilu di masa mendatang.
"Saya menyarankan agar ini dijadikan sebagai lahan untuk kita dapat mendalami sesungguhnya proses penetapan anggota legislatif terpilih seperti apa," kata Priyo.

"Apakah ada awan gelap untuk pihak-pihak memainkan itu? Di mana gelap dan kelabunya? Ini penting untuk jadi pelajaran berharga agar ke depan tidak boleh diulangi lagi," lanjut politisi Partai Golkar ini.

Bila perlu, akan dibuat aturan mengenai hukuman dan sanksi tegas dalam undang-undang bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan permainan rekayasa hasil pemilu. "Ketegasan ini patut didorong dari segi hukum," ucap Priyo. (adi)• VIVAnews

04.58 | Posted in , , | Read More »

Rupiah Masih Lemas


Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta Jumat (17/6/2011)  pagi melemah tujuh poin ke posisi Rp 8.585 dibanding posisi terakhir Rp 8.578.

Pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat mengatakan, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi tajam pada perdagangan hari sebelumnya mengikuti sentimen negatif pasar global terkait kemungkinan gagal bayar utang Yunani. "Mata uang Asia lainnya juga mengalami depresiasi terhadap dollar AS, pasar masih relatif sensitif dengan berbagai isu global," katanya.

Ia mengatakan, untuk minggu ke tiga Juni ini diperkirakan rupiah masih belum cukup kuat menembus di bawah level Rp 8.500 per dollar AS. Meski demikian, di tengah ketidakpastian ekonomi global terutama pelemahan ekonomi di negara-negara maju, aliran modal asing masih akan masuk ke Indonesia.

Ia mengatakan, setelah sempat mengalami pelemahan cukup tajam, sentimen pasar global sedikit tertolong dengan membaiknya indeks di pasar AS semalam, kemungkinan mata uang rupiah dapat kembali menguat.

Sektor perbankan yang membukukan laba bersih per April 2011  sebesar Rp 23,94 triliun atau tumbuh 23 persen yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dapat menjadi sentimen positif. Pertumbuhan ini didorong dengan pertumbuhan ekspansi kredit terutama oleh empat bank pemerintah yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Sumber : Kompas

23.16 | Posted in , , | Read More »

"Kejutan" Baru dari Nazaruddin


Nazaruddin mengeluarkan "peluru" baru. Dari Singapura, dalam pesan singkatnya kepada Koran Tempo, Kamis (16/6/2011) malam, ia mengungkapkan hal baru. Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu menuding anggota Badan Anggaran, Anglina Sondakh, I Wayan Koster, dan Mirwan Amir yang bermain dalam penganggaran proyek wisma atlet Sea Games yang bernilai Rp 191 miliar. Nama Nazaruddin sendiri dikaitkan dengan pusaran kasus yang turut menjerat Sesmenpora Wafid Muharram sebagai tersangka.

"Yang bermain anggaran di Sesmenpora itu Ibu Angelina dan Pak Wayan Koster serta pemimpin Badan Anggaran, Pak Mirwan Amir, bukan saya," demikian Nazaruddin, seperti dimuat Koran Tempo, Jumat (17/6/2011).

Nazaruddin menyatakan, dia akan membuka semuanya karena tak ingin difitnah dan menjadi bagian dari apa yang disebutnya sebagai rekayasa. Selanjutnya, Nazaruddin meminta agar mengonfirmasikan kepada Tim Pencari Fakta Partai Demokrat yang dibentuk untuk menyelidiki dugaan keterlibatan Nazaruddin dan Angelina Sondakh dalam kasus ini. Menurut anggota Komisi VII DPR ini, Angelina sudah menyampaikan seluruh fakta kepada TPF. Uang yang diduga suap, kata Nazaruddin, berasal dari Wayan Koster dan Angelina, yang kemudian diserahkan kepada Mirwan Amir. 

"Sama Mirwan Amir dibagi-bagi kepada Pimpinan Banggar. Itu penjelasan dia (Angelina) di depam tim TPF," ujarnya.

Selanjutnya, Nazaruddin meminta agar penjelasan selanjutnya dikonfirmasi kepada TPF. Menurutnya, keterangan Angelina disampaikan kepada anggota TPF Demokrat, diantaranya Jafar Hafsah, Max Sopacua, Benny K Harman, Edi Sitanggang, dan Ruhut Sitompul.

Saat dihubungi Kompas.com, Jumat siang, Ruhut mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh TPF dari Nazaruddin dan Angelina, keduanya membantah terlibat kasus itu.

"Kami sudah tanya langsung ke mereka. Katanya tidak terlibat," kata Ruhut yang tengah berada di luar negeri.

Sementara itu, Ketua TPF Demokrat Benny K Harman belum menjawab panggilan saat dihubungi melalui telepon. 

Dikaitkannya nama politisi Partai Demokrat dalam kasus dugaan suap Sesmenpora berasal dari pernyataan Kamaruddin Simanjuntak, mantan pengacara salah satu tersangka, Mindo Rosalina Manulang. Ia menyebutkan, Rosa hanya mengantarkan bos PT DGI yang juga menjadi tersangka, M El Idris, untuk bertemu Wafid atas perintah atasannya, Nazaruddin. Namun, setelah mencopot Kamaruddin, Rosa menarik keterangannya terkait Nazaruddin. 

Sejak 23 Mei lalu, Nazaruddin bertolak ke Singapura dengan alasan menjalani pengobatan. Ia mangkir dari panggilan KPK dalam pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Sesmenpora. KPK melayangkan panggilan kedua. Jika sampai panggilan ketiga ia tetap mangkir, KPK akan melakukan penjemputan paksa. 

Sumber : Kompas

22.52 | Posted in , , | Read More »

Kremlin, Pusat Peradaban Dunia...


Di benak sebagian pelancong asing, inti dari kunjungan ke Rusia adalah Kremin, atau Lapangan Merah yang berada di Moskwa. Atau kalau disempitkan lagi ya hanya Gereja St. Basil dengan kubahnya yang unik warna-warni itu. Berkunjung ke Rusia tidak ke Kremlin pastilah sama dengan makan sayur tanpa garam.

Sebenarnya pengertian Kremlin dengan mengasosiasikannya ke Lapangan Merah yang berada di kota Moskwa adalah sebuah kesalahan. Itu karena ternyata hampir semua kota di Rusia memiliki yang namanya kreml, yang tidak lain adalah sebuah benteng yang mengitari kota yang saat itu areanya masih sangat kecil (sebesar desa).

Membayangkan Kremlin di Rusia maka saya akan ingat kota-kota di Indonesia yang memiliki kerajaan seperti Yogyakarta. Disana ada benteng yang mengitari bebagai kerajaan sebagai sarana pertahanan dari serangan musuh. Di dalam benteng, ada beberapa unsur penting yang tidak bisa dipisahkan, seperti keraton, masjid, alun-alun, pusat pemerintahan dan tempat tinggal sebagian para pejabat kerajaan.
Nah, mirip dengan itu adalah kreml atau kremlin. Di dalam Kremlin, secara pasti ada beberapa unsur, yakni pusat pemerintahan dimana dulu Raja atau Tsar tinggal, gereja agama Kristen ortodoks yang menjadi agama resmi waktu itu, lapangan luas tempat gladi tentara, serta pasar tempat bertemunya pedagang dan pembeli dalam arti riil.

Salah satu yang unik adalah kreml di kota Kazan, Rusia tengah. Disana selain eksistensi unsur-usur tersebut, maka ada masjid yang tidak kalah gagahnya dengan gereja ortodoks. Masjid dan Gereja berdampingan seolah pasangan yang tak terpisahkan. Maklumlah, di Kazan yang merupakan ibukota Republik Tatarstan itu, separuh penduduknya beragama Islam dan sisanya Kristen Ortodoks.

Uniknya, hampir semua kremlin berdekatan dengan sungai. Inilah yang cukup membedakan dengan benteng kota di Indonesia. Di Rusia pada zaman Tsar, selain benteng maka sungai merupakan sarana pertahanan lain yang maha penting. Musuh baru bisa masuk benteng kalau mampu melewati sungai yang kadang lebarnya hingga lebih dari 300 meter. Selain itu, kreml juga selalu di tempat yang sangat strategis baik itu di atas bukit atau tempat lain yang tidak mudah dijangkau.

Bila pelancong ingin mengetahui puncak peradaban Rusia, khususnya di masa Tsar, maka tempat itu tidak lain ada di dalam kreml. Makanya kalau berkunjung kota manapun di Rusia carilah kreml, disana banyak bangunan dan peninggalan yang bersifat unik. Rata-rata sudah dalam perlindungan badan PBB, UNESCO.

Kremlin Moskwa
Sebagaimana telah disampaikan di muka, kreml dalam bahasa Rusia berarti benteng. Memang benar, sejak pertama kali dibangun, kreml kota Moskwa ditujukan sebagai benteng untuk menahan serangan lawan. Saat pertama kali benteng dibuat pada tahun 1156 hanya terbuat dari kayu. Karena sempat terbakar maka pada abad ke 14 dibangun kembali dengan batu.
Baru pada abad ke 15, mulai dibangun menara yang melengkapi ketahanan benteng dan awal abad 17 didirikan menara yang paling tinggi dilengkapi dengan jam besar yang dikenal dengan nama “Kuranti”. Kini, pada setiap pergantian tahun, tanggal 31 Desember  pukul 23.59, jam tersebut mejadi liputan utama di seluruh televisi di Rusia.

Ada apa di dalam Kremlin? Sisihkan waktu 1 hari untuk menikmati keindahan istana dan museum di dalam Kremlin, Lapangan Merah dan musoleum Lenin. Memasuki area dalam Kremlin, pelancong dipastikan akan terhanyut menikmati suasana tempat tinggal raja-raja Rusia abad 15-17. Berbagai gereja dan istana yang dibangun semasa Raja Ivan III terawat dengan apik membuat khayalan kita melayang ke beberapa abad silam.

Di dalam Kremlin teronggok lonceng raksasa yang dibuat pada tahun 1733-1735, dengan berat 201 ton 924 kg dengan ketinggian 6,14 m. Lonceng tersebut belum sempat dipakai karena ada bagiannya yang rusak. Disamping itu, pelancong juga bisa menemukan meriam raksasa dengan berat 40 ton.
Selain berdiri megah istana kerja Presiden Rusia yang difungsikan sampai sekarang, terdapat juga istana yang dibangun setelah Revolusi 1917 dimana sekarang digunakan untuk pertunjukkan konser dan balet.

Di sisi sebelah kiri, terdapat museum aneka alat perang koleksi istana raja-raja Rusia. Yang tidak boleh dilewatkan adalah satu ruangan yang mempertontonkan keindahan batu berlian 190 karat yaitu “Diamond Fund”. Inilah ruangan yang dipuja oleh kaum hawa.

Mengunjungi musoleum Lenin merupakan pengalaman tersendiri. Jasad pemimpin Rusia terbaring sekan sedang tidur lelap. Hening, sunyi dan hanya ada lampu kecil yang menyinari jasadnya. Penjaga siap siaga sepanjang jalan menuju ruangan tempat Lenin berbaring. Tak sedikit pun pengunjung boleh berbicara di musoleum kecuali hanya memandang sang pemimpin masa lalu sambil berjalan. Seolah, Lenin masih berbicara dengan para pengunjung bahwa eranya boleh berhenti tapi dirinya masih tetap dihormati. Tak pelak, meski di musim dingin, pengunjung rela antre dari pagi untuk bisa melihat langsung jasad sang penguasa di Zaman Uni Soviet tersebut.

Tepat berseberangan dengan Musoleum Lenin, terdapat gedung megah dengan arsitektur sangat khas Rusia yang dibangun tahun 1880. Itulah pusat pertokoan “GUM” paling tersohor di Moskwa yang ikut mempercantik Lapangan Merah. Semua merk terkenal dunia ada disana. Sebut saja Hugo Boss, Ferragamo, Kenzo, Cartier dan lainnya semua ada. Karena saking mahalnya barang-barang yang dijual di GUM, sebagian orang Rusia bilang, GUM tak ubahnya sebuah museum modern, karena bagi sebagian orang hanya bisa menikmati keindahan koleksi barang-barang yang ditawarkan tanpa bisa membelinya.

Di GUM inilah pelancong harus mencicipi es krim Rusia yang sangat terkenal. Hampir di semua sudut GUM terdapat penjual es krim “Gastronom No.1”. Sepanjang tahun, baik musim dingin apalagi musim panas, dengan berbekal 50 rubel (1,65 dollar) pelancong bisa mencicipi kelezatan aneka rasa es krim sambil menikmati air mancur yang ada di dalam gedung. Harum, indah, nyaman dan elegan.

Lapangan Merah berasal dari bahasa Rusia yakni Krasnaya Plosyad.  Pada galibnya, Krasnaya Plosyad juga berarti lapangan yang cantik. Kebetulan saja, lapangan itu dihiasi dengan sebuah bangunan berwarna merah dan pengusaha zaman komunis diasosiasikan dengan warna merah. Masih ingat kan, Soviet saat itu juga dijuluki negeri Beruang Merah, meskipun beruangnya banyak berwarna putih?

Kata cantik melekat pada square tersebut, konon muncul setelah berdirinya Gereja St. Basil yang dihiasi dengan kubah warna warni bak bawang bombai (layaknya kubah masjid di Indonesia). Gereja tersebut merupakan simbol kemenangan Rusia atas penjajahan Tatar selama 300-an tahun, yaitu ketika Raja Ivan III berkuasa. Anehnya, kubah gereja itu kini ditiru sebagai kubah masjid yang berdiri di jalan tol dekat Bandara Soekarno-Hatta.

Pagi, siang, sore malam, Lapangan Merah tak pernah sepi pengunjung. Mereka berfoto ria dari berbagai sudut dengan aneka gaya. Rakyat biasa, selebritas, politikus yang pernah ke Moskwa boleh dikatakan pasti mengunjungi Lapangan Merah. Disinilah sebagian besar event di Moskwa diadakan, mulai seremonial resmi pemerintah seperti peringatan hari kemenangan tanggal 9 Mei, atraksi jet darat formula 1 ataupun festival marching band antar negara.

Kremlin dapat dikunjungi setiap hari kecuali tutup setiap hari Kamis. Sedangkan Musoleum Lenin buka dari Selasa sampai Minggu dari pagi sampai jam 1.00 siang saja.

Biaya tiket ke Kremlin relatif mahal dibandingkan dengan museum lainnya di Rusia, sekitar 10 dolar untuk Museum Kremlin dan 25 dollar untuk Museum Armory. Bagi para pecinta berlian, harus merogoh kocek lebih dalam, tambahan sekitar 15 dollar. Meskipun “Diamond Fund” berada di dalam Museum Armory tetapi tetap harus membeli tiket lagi yang dijual di dalam Museum Armory. Ziarah ke Musoleum Lenin dan menikmati keindahan Lapangan Merah tidak dipungut biaya alias gratis.

Untuk mencapai Kremlin dan Lapangan Merah sangat mudah. Pelancong harus turun dari stasiun Metro Okhotny Ryad atau Aleksanrovsky Sad. Beberapa avtobus/ trolley bus juga melewati Kremlin dan Lapangan Merah.

Jadi, kalau Anda sudah memastikan untuk melancong ke Rusia, jangan pernah melupakan untuk berkunjung ke Kremlin. Dan diatas semuanya, Kremlin di Moskwa adalah puncak peradaban Rusia. "Pazalusta..." (silakan). (M. Aji Surya, diplomat Indonesia di Moskwa, Rusia, ajimoscovic@gmail.com)

Sumber : Kompas 

22.46 | Posted in , | Read More »

Kalau Harga Tanah Gila-gilaan Siapa Mau Beli?


Kenaikan harga tertinggi properti belakangan ini terjadi pada properti komersial, sementara untuk hunian atau perumahan, terjadi kenaikan harga sekitar 15%. Kondisi ini dimanfaatkan pengembang dengan meluncurkan produk-produk baru.

Seperti yang terjadi di Vietnam, karena harga tanah gila-gilaan, tidak ada yang mau beli.
-- Anton Sitorus

Olivia Surodjo, Sekretaris Perusahana PT Metropolitan Land Tbk (Metland), membenarkan harga rumah yang mereka kembangkan naik 30%. Perumahan Metland di Cileungsi, misalnya, dilego seharga Rp 80 juta hingga Rp 200 juta per unit.

"Padahal, awal tahun masih ada yang Rp 60 juta per unit," ujarnya.
Kenaikan harga tersebut, papar Olivia, didorong oleh kenaikan harga tanah. Di kawasan tersebut, harga tanah segmen menengah ke bawah non-subsidi dibanderol sekitar Rp 900.000 per meter persegi (m²). Sedangkan untuk tanah bersubsidi dijual seharga Rp 600.000 per m².

Sebelumnya, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, peningkatan harga properti ini terutama karena perekonomian membaik. Para pengembang kini bisa senyum sumringah dengan pertumbuhan ekonomi yang membuat permintaan properti saat ini membludak karena harga properti naik sekitar 30% sepanjang Januari hingga Mei tahun ini.

"Daya beli bagus. Sebagai gambaran, orang yang sebelumnya mampu Rp 50 juta akan mencari yang Rp 100 juta," kata Setyo di Jakarta, Kamis (16/6/2011) kemarin.
Siapa mau beli?

Sementara itu, kenaikan harga tanah juga terjadi di kelas menengah non-kluster. Bila di awal tahun tanah di lokasi ini dijual seharga Rp 1,7 juta per m², kini harganya sudah melesat 17,6% menjadi Rp 2 juta per m².

"Kenaikan harga ini juga terjadi di Ujung Menteng, Cakung," lanjut Olivia.
Pada awal tahun ini, rumah di kawasan tersebut dijual seharga Rp 480 juta per unit. Kini, harga rumah tersebut sudah lebih mahal 25% menjadi Rp 600 juta, bahkan ada yang sampai Rp 1,2 miliar per unit.

Dus, sepanjang Januari-Mei 2011, Metland sudah berhasil menghimpun penjualan sekitar Rp 209,8 miliar. Pencapaian ini melesat 79% dibandingkan penjualannya di periode sama tahun lalu yang senilai Rp 117,2 miliar.

Senada penuturan Olivia, Johannes Mardjuki, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, mengatakan, harga properti yang mereka kembangkan naik 20%-25%. Harga rumah di Kelapa Gading naik dari Rp 1,7 miliar menjadi Rp 2 miliar per unit. Sementara rumah di Serpong saat ini dijual seharga Rp 700 juta-Rp 1,5 miliar per unit. Adapun rumah di Bekasi dibanderol seharga Rp 600 juta-Rp 1 miliar per unit.

"Melihat kondisi ini, kami mengatur supaya pasokan tidak terlalu membeludak," kata Johannes.
Namun, meskipun pengembang senang, Anton Sitorus, Kepala Riset Jones Lang LaSalle, punya pandangan berbeda. Menurutnya, kenaikan harga properti yang terus-menerus tidak bagus untuk jangka panjang.

"Seperti yang terjadi di Vietnam, karena harga tanah gila-gilaan, tidak ada yang mau beli," tutur Anton. (Maria Rosita)

sumber : kompas

22.39 | Posted in , | Read More »

Tiga Negara Siap Gantikan Sapi Australia


Negara Brasil dan Kanada sanggup memenuhi berapa pun kebutuhan sapi bakalan, sapi bibit, dan daging sapi ke Indonesia sepanjang kebijakan di Indonesia mendukung. Adapun Selandia Baru sanggup memasok sapi bibit dan daging sapi. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Karantina Pertanian sekaligus Ketua Tim Pengendalian Ketersediaan Protein Hewani Nasional Banun Harpini, Rabu (15/6/2011) di Jakarta.

Banun mengatakan hal tersebut setelah melakukan pertemuan dengan tiga atase pertanian dari Brasil, Kanada, dan Selandia Baru. Menurut jadwal, ada enam atase pertanian yang diundang, yakni Meksiko, Irlandia, Uruguay, Selandia Baru, Kanada, dan Brasil. Namun, tiga negara yang pertama tidak memenuhi undangan.

Badan Karantina Pertanian mengundang perwakilan negara-negara itu dalam rangka untuk mengetahui status penyakit dari negara-negara tersebut, status keamanan pangan, sanitary and phytosanitary, tata cara pemantauan dan surveilan, serta populasi ternak sapi dan kemampuan ekspor sapi bakalan, sapi betina, dan daging sapi.

"Kami mengundang mereka dalam rangka menggali alternatif sumber pasokan sapi bakalan, sapi bibit, dan daging sapi, sebagai bentuk antisipasi terkait isu penghentian ekspor sapi bakalan dari Australia," kata Banun.

Seperti diberitakan, Australia secara mengejutkan menghentikan impor sapi bakalan ke Indonesia. Pertemuan juga membahas kemungkinan mendatangkan sumber pasokan sapi dan daging sapi dari negara yang berstatus bebas penyakit mulut dan kuku berbasis zona.
Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian Kemtan Sudjarwanto mengatakan, pertemuan tersebut menjadi penyempurnaan bahan bagi perumusan strategi nasional pemenuhan daging sapi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. "Karantina pulau sebagai salah satu alternatif kebijakan jangka menengah dan panjang," ujarnya.

Dari pertemuan tersebut terungkap bahwa Selandia Baru tidak bisa memenuhi kebutuhan sapi bakalan karena kebijakan ekspor sapi bakalan dari negaranya sudah dihentikan. Peluang impor yang bisa dilakukan hanya untuk sapi bibit dan daging sapi.

Adapun Brasil sanggup memenuhi kebutuhan sapi bakalan, sapi bibit, dan daging sapi berapa pun jumlah yang Indonesia inginkan. Namun, itu tergantung regulasi di Indonesia. Kesanggupan sama juga dilakukan oleh Kanada. Dari hasil pertemuan tersebut, peluang bagi Indonesia untuk memasukkan sapi bakalan, sapi bibit, dan daging sapi dari luar Australia sangat terbuka. 

sumber : kompas

22.46 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added